Jumat, 25 Januari 2013

Download Lagu NOAH - SEPARUH AKU


Dan terjadi lagi kisah lama yang terulang kembali
Kau terluka lagi dari cinta rumit yang kau jalani
Aku ingin kau merasa kamu mengerti aku mengerti kamu
Aku ingin kau sadari cintamu bukanlah dia

Dengar laraku, suara hati ini memanggil namamu
Karena separuh aku dirimu

Ku ada di sini, pahamilah kau tak pernah sendiri
Karena aku selalu di dekatmu saat engkau terjatuh
Aku ingin kau merasa kamu mengerti aku mengerti kamu
Aku ingin kau pahami cintamu bukanlah dia

Dengar laraku, suara hati ini memanggil namamu
Karena separuh aku dirimu

Dengar laraku, suara hati ini memanggil namamu
Karena separuh aku, menyentuh laramu
Semua lukamu telah menjadi milikku
Karena separuh aku dirimu  

Download Lagu NOAH - SEPARUH AKU
NOAH

Untuk Melihat Videonya ada dibawah ini

Untuk Download ada di bawah ini

Ayo Beli kaset dan cd aslinya,,

Privacy Policy



If you require any more information or have any questions about our privacy policy, please feel free to contact us by email at puteranusantara41@gmail.com.com.

At http://buka-mata.blogspot.com/, the privacy of our visitors is of extreme importance to us. This privacy policy document outlines the types of personal information is received and collected by http://buka-mata.blogspot.com/ and how it is used.

Log Files
Like many other Web sites, http://buka-mata.blogspot.com/ makes use of log files. The information inside the log files includes internet protocol ( IP ) addresses, type of browser, Internet Service Provider ( ISP ), date/time stamp, referring/exit pages, and number of clicks to analyze trends, administer the site, track user’s movement around the site, and gather demographic information. IP addresses, and other such information are not linked to any information that is personally identifiable.

Cookies and Web Beacons
http://buka-mata.blogspot.com/ does use cookies to store information about visitors preferences, record user-specific information on which pages the user access or visit, customize Web page content based on visitors browser type or other information that the visitor sends via their browser.

DoubleClick DART Cookie
.:: Google, as a third party vendor, uses cookies to serve ads on http://buka-mata.blogspot.com/.
.:: Google's use of the DART cookie enables it to serve ads to users based on their visit to http://buka-mata.blogspot.com/ and other sites on the Internet.
.:: Users may opt out of the use of the DART cookie by visiting the Google ad and content network privacy policy at the following URL - http://www.google.com/privacy_ads.html

Some of our advertising partners may use cookies and web beacons on our site. Our advertising partners include ....
Google Adsense
Clickbank


These third-party ad servers or ad networks use technology to the advertisements and links that appear on http://buka-mata.blogspot.com/ send directly to your browsers. They automatically receive your IP address when this occurs. Other technologies ( such as cookies, JavaScript, or Web Beacons ) may also be used by the third-party ad networks to measure the effectiveness of their advertisements and / or to personalize the advertising content that you see.

http://buka-mata.blogspot.com/ has no access to or control over these cookies that are used by third-party advertisers.

You should consult the respective privacy policies of these third-party ad servers for more detailed information on their practices as well as for instructions about how to opt-out of certain practices. http://buka-mata.blogspot.com/'s privacy policy does not apply to, and we cannot control the activities of, such other advertisers or web sites.

If you wish to disable cookies, you may do so through your individual browser options. More detailed information about cookie management with specific web browsers can be found at the browsers' respective websites.

Budidaya Tanaman Pepaya

Budidaya Tanaman Pepaya – Buka Mata. Buah papaya sering kita jumpai di pasar-pasar utk dijual, tapi tapi tahukah bagaimana cara budidaya tanaman ini? Berikut adalah teknik budidaya tanaman papaya tsb.

SYARAT TUMBUH TANAMAN PEPAYA
Tanaman pepaya tumbuh optimal pada daerah dgn ketinggian tempat antara 200-500 mdpl. Tanaman ini membutuhkan sinar matahari penuh tanpa naungan, dgn suhu udara berkisar 22-26°C, pH tanah 6-7.
Tanaman pepaya termasuk tanaman yg sensitif terhadap  kekurangan dan kelebihan air. Jika terjadi kekurangan air, pertumbuhannya akan terhambat dan buah yg terbentuk tidak sempurna. Sedangkan jika kelebihan air (terutama ada genangan air) akar tanaman tidak dpt bernafas dgn baik, sehingga mudah terserang penyakit penyebab layu.

Budidaya Tanaman Pepaya

budidaya buah pepaya budidaya pohon pepaya teknis budidaya pepaya budidaya pepaya unggul budidaya pepaya kalina budidaya pepaya jingga makalah budidaya pepaya budidaya pepaya hawai budidaya tanaman pepaya budidaya pepaya madu budidaya pepaya calina analisa budidaya pepaya
Budidaya Tanaman Pepaya
PELAKSANAAN BUDIDAYA PEPAYA

Persiapan Lahan
Persiapan lahan meliputi pembuatan lubang tanam (pembolongan mulsa) tepat di tengah bedengan dgn  jarak tanam ideal 2,75m zigzag. Sistem tanam zigzag bertujuan utk menjaga kelembaban antar bedengan, terutama saat musim hujan. Lubangi mulsa dgn panjang 40cm dan lebar 40cm atau bisa juga berbentuk bulat berdiameter 50 cm, kemudian dilakukan pembuatan lubang tanam dgn panjang 25cm, lebar 25cm, dan kedalaman 25cm.

Pemberian pupuk kandang yg sudah difermentasi dilakukan 2 minggu sebelum tanam sebanyak 0,5kg/lubang tanam dan pupuk NPK 15-15-15 sebanyak 200 g/lubang tanam.

Persiapan Pembibitan dan Penanaman
Pada persiapan pembibitan dibutuhkan rumah atau sungkup pembibitan utk melindungi bibit yg masih muda. Kemudian menyediakan media semai dgn komposisi 20 liter tanah, 10 liter pupuk kandang, dan 150 g NPK halus. Media campuran dimasukkan ke dalam polibag semai berukuran 8cmx10cm. Benih disemaikan ke dalam media sebanyak 1 butir/media. utk mempercepat perkecambahan benih permukaan media ditutup dgn kain goni (bisa juga menggunakan mulsa PHP) dan dijaga dalam keadaan lembab.

Pembukaan penutup permukaan media semai dilakukan apabila benih sudah berkecambah, baru kemudian benih disungkup menggunakan plastik transparan. Pembukaan sungkup dimulai pada jam 07.00 - 09.00, dan dibuka lagi jam 15.00-17.00. Umur 14 hari menjelang tanam sungkup harus dibuka secara penuh utk penguatan tanaman. Penyiraman jangan terlalu basah dan dilakukan setiap pagi.  Penyemprotan dgn fungisida berbahan aktif simoksanil dan insektisida berbahan aktif imidakloprid dilakukan pada umur 30 hss (hari setelah semai) dgn dosis ½ dari dosis terendah. Bibit yg sudah memiliki 4 helai daun sejati siap utk pindah tanam ke lahan.

PEMELIHARAAN TANAMAN PADA BUDIDAYA PEPAYA

Penyulaman
Penyulaman dilakukan sampai dgn umur tanaman 1,5 bulan. Tanaman yg sudah terlalu tua apabila masih terus disulam akan berpengaruh terhadap pengendalian hama penyakit.

Perempelan
Perempelan tunas samping dilakukan pada tunas yg keluar di ketiak daun. Bertujuan utk memacu pertumbuhan vegetatif tanaman, agar tanaman tumbuh kekar, disamping itu juga menjaga kelembaban pada saat tanaman sudah dewasa. Dilakukan sampai dgn munculnya bunga pertama.

Sanitasi Lahan dan Pengairan
Sanitasi lahan pada budidaya pepaya meliputi : pengendalian gulma/rumput dan pengendalian air saat musim hujan sehingga tidak muncul genangan.
Pengairan diberikan secara terukur, dgn penggenangan atau pengeleban 2 minggu sekali jika tidak turun hujan. Penggenangan jangan terlalu tinggi, batas penggenangan hanya 1/3 dari tinggi bedengan.

Pemupukan Susulan
Pupuk akar diberikan sebulan sekali dgn cara pengocoran, yaitu pada umur 1-4 bulan dosisnya 4kg NPK 15-15-15 dilarutkan dalam 200lt air, tiap tanaman diberikan 1lt. Sedangkan pada umur di atas 4 bulan dosisnya 5kg NPK 15-15-15 dan 1kg ZK dilarutkan dalam 200lt air, tiap tanaman diberikan 1lt.
Pupuk daun kandungan Nitrogen tinggi diberikan pada umur 1 bulan, 2 bulan dan 3 bulan, sedangkan kandungan Phospat dan kalium tinggi diberikan pada umur di atas 6bulan.

Hama dan Penyakit Pada Budidaya Tanaman Pepaya

Hama Tanaman Pepaya

1.Kutu Daun
Kutu daun mengisap cairan tanaman terutama pada daun yg masih muda, kotoran dari kutu ini berasa manis sehingga menggundang semut. Daun yg terserang mengalami klorosis(kuning), menggulung dan mengeriting, akhirnya tanaman menjadi kerdil. Pengendaliannya dgn penyemprotan insektisida berbahan aktif abamektin, tiametoksam, imidakloprid, asetamiprid, klorfenapir, sipermetrin, atau lamdasihalotrin dgn dosis sesuai petunjuk yg tertera pada kemasan.

2.Kutu Putih
Kutu putih berbentuk bulat dan berwarna kehijauan, seluruh tubuhnya diselumuti lapisan lilin berwarna putih. Hama ini menyerang tanaman dgn cara menghisap cairan daun dan menyelubungi buah. Serangan pada bunga menyebabkan kerontokan. Kotorannya sangat manis sehingga mengundang semut. Pengendaliannya dgn penyemprotan insektisida berbahan aktif abamektin, tiametoksam, imidakloprid, asetamiprid, klorfenapir, sipermetrin, atau lamdasihalotrin dgn dosis sesuai petunjuk yg tertera pada kemasan.

3.Kutu Kebul
Hama ini berwarna putih, bersayap dan tubuhnya diselimuti serbuk putih seperti lilin. Kutu kebul menyerang dan menghisap cairan sel daun sehingga sel-sel dan jaringan daun rusak. Pengendalian hama ini dgn cara penyemprotan insektisida berbahan aktif abamektin, tiametoksam, imidakloprid, asetamiprid, klorfenapir, sipermetrin, atau lamdasihalotrin dgn dosis sesuai petunjuk yg tertera pada kemasan.

4.Tungau
Tungau bersembunyi di balik daun dan menghisap cairan daun. Daun yg terserang awalnya muncul bintik-bintik berwarna putih kemudian pada serangan berat seluruh permukaan daun akan tampak berselaput putih, serta pada permukaan bawah daun terdpt benang-benang halus berwarna merah atau kuning. Pengendalian tungau dpt dilakukan dgn penyemprotan insektisida akarisida berbahan aktif  propargit, dikofol, tetradifon, piridaben, klofentezin, amitraz, abamektin, atau fenpropatrin dgn dosis sesuai petunjuk yg tertera pada kemasan.

Penyakit Tanaman Pepaya
1.Layu Bakteri
Serangannya disebabkan oleh bakteri, daun yg terserang terkulai lemas dan gugur, pucuk tanaman membusuk dan terus menjalar ke bawah sampai akhirnya seluruh tanaman membusuk. Pengendaliannya dgn membongkar tanaman yg sakit sampai ke akar-akarnya, serta penyemprotan secara kimiawi menggunakan bakterisida dari golongan antibiotik dgn bahan aktif kasugamisin, streptomisin sulfat, asam oksolinik, validamisin, atau oksitetrasiklin dgn dosis sesuai pada kemasan. Sebagai pencegahan, dilakukan pengocoran dgn pestisida organik pada tanah setiap 1 bulan sekali, contoh wonderfat dgn dosis sesuai anjuran pada kemasan.

2.Busuk Phytopthora
Penyakit ini menyerang semua bagian tanaman. Pangkal batang yg terserang membusuk kemudian terkulai, serangan serius menyebabkan tanaman layu. Daun yg terserang seperti tersiram air panas, layu, menguning dan menggantung di sekitar batang sebelum akhirnya rontok. Akar lateral membusuk, membentuk massa spora berwarna coklat tua, lunak dan berbau tidak enak. Pada Buah serangan dimulai dari tangkai buah, buah diselimuti miselium cendawan berwarna putih, akhirnya buah mengeriput dan berwarna hitam. Pengendaliannya dgn sanitasi kebun, membongkar tanaman yg terserang sampai ke akar-akarnya, serta memusnahkan buah yg terserang. Pengendalian secara kimiawi menggunakan fungisida sistemik, contoh bahan aktif yg bisa digunakan adalah metalaksil, propamokarb hidrokloroda, simoksanil atau dimetomorf dan fungisida kontak, contoh bahan aktif yg bisa digunakan adalah tembaga, mankozeb, propineb, ziram,  atau tiram.

3.Antraknosa
Serangan antraknosa pada buah muda berbentuk luka kecil ditandai adanya getah yg keluar dan mengental, pada buah menjelang masak ditandai bulatan-bulatan kecil berwarna gelap, saat buah mulai masak bulatan semakin membesar berlekuk berwarna cokelat tua, disini cendawan akan membentuk massa spora. Pengendaliannya dgn sanitasi kebun, serta memusnahkan buah yg terserang. Pengendalian secara kimiawi menggunakan fungisida sistemik, contoh bahan aktif yg bisa digunakan adalah benomil, metil tiofanat, karbendazim, difenokonazol, atau tebukonazol, dan fungisida kontak berbahan aktif klorotalonil, azoksistrobin, atau mankozeb. Dosis sesuai petunjuk pada kemasan.

4.Virus
Gejala serangan virus umumnya ditandai dgn pertumbuhan tanaman yg mengerdil, daun mengeriting dan terdpt bercak kuning kebasah-basahan dgn sisi daun bergaris-garis tidak teratur (mosaik). Penyakit virus sampai saat ini belum ditemukan penangkalnya. Penyakit ini ditularkan dari satu tanaman ke tanaman lain melalui vektor atau penular. Beberapa hama yg sangat berpotensi menjadi penular virus diantaranya adalah thrips, kutu daun, kutu kebul, dan tungau. Manusia dpt juga berperan sebagai penular virus, baik melalui alat-alat pertanian maupun tangan terutama pada saat pemangkasan. Beberapa upaya penanganan virus antara lain : membersihkan gulma (karena gulma berpotensi menjadi inang virus), mengendalikan hama/serangga penular virus, memusnahkan tanaman yg sudah terserang virus, kebersihan alat dan memberi pemahaman kepada tenaga kerja agar tidak ceroboh saat melakukan penanganan terhadap tanaman.

Strategi Pengendalian Hama dan Penyakit Pada Tanaman Pepaya
Penyemprotan pestisida harus dilakukan berseling atau penggantian bahan aktif yg tertera di atas setiap melakukan penyemprotan, jangan menggunakan bahan aktif yg sama secara berturut-turut. Tanaman pepaya merupakan tanaman yg tahan terhadap serangan hama penyakit, sehingga penyemprotan dpt dilakukan 1 minggu sekali atau sesuai kebutuhan. Jadi penggunaan pestisida dpt dihemat.

PANEN
Buah pepaya dpt dipanen saat tanaman berumur 7 bulan. Buah yg dipanen adalah buah yg 20% masak. utk menjaga kondisi tanaman agar tetap sehat, pada saat pemanenan gunakan pisau atau sejenisnya supaya bekas potongan tidak mudah terserang penyakit terutama pada musim hujan.

Demikian artikel ttg Budidaya Tanaman Pepaya, semoga bermanfaat.

Kata Terkait : bisnis papaya, bertani papaya, cara menanam buah-buahan, tanam buah, bisnis pembibitan tanaman, cara tanam buah, budidaya pohon papaya, budidaya pepaya jingga, makalah budidaya papaya, budidaya pepaya organic, analisa budidaya papaya, budidaya pepaya kalifornia, budidaya buah papaya, budidaya pepaya calina, teknis budidaya papaya, budidaya pepaya taiwan,budidaya pepaya unggul, budidaya pepaya hawai, budidaya pepaya madu, budidaya pepaya kalian, budidaya tanaman papaya, budidaya pepaya pdf, budidaya pepaya Thailand, teknik budidaya papaya, budidaya pepaya California, budidaya pepaya Bangkok, cara budidaya papaya, budi daya pepaya California, budi daya pepaya Bangkok, budi daya tanaman papaya, budi daya papaya, cara budi daya papaya.

Kamis, 17 Januari 2013

Buah Jambu Air

Buah Jambu Air

HAMA dan PENYAKIT JAMBU AIR

HAMA dan PENYAKIT JAMBU AIR - Buka Mata. Kita akan bedakan antara mana yang merupakan hama jambu air dan mana yang merupakan penyakit jambu air. Berikut adalah jenis-jenis hama dan penyakit yang menyerang jambu air.
Hama Jambu Air
1) Ulat kupu-kupu gajah
  • Ciri: panjang 12 cm, warna hijau muda kebiru-biruan, bertubuh gemuk & lunak, tertutup lapisan lilin keputih-putihan. Telur-telurnya ditaruh di tepi daun, 2-3 butir bersama-sama, warna merah muda. Kepompong berada di antara beberapa daun atau di sebelah bawah daun. Ulat-ulat tersebut sangat rakus memakan daun.
  • Pengendalian: dgn cara mengumpulkan telur, ulat, & kepompong untuk dimusnahkan.
2) Kutu perisai hijau
  • Ciri: panjang kutu 3-5 mm, warna hijau (kadang agak kemerahan). Melekat pada bagian-bagian pohon yg hijau & di bagian bawah daun. Menyebabkan terjadinya cendawan hitam seperti jelaga.
  • Pengendalian: cara alami dimakan oleh beberapa macam kepik (merah tua, panjang 5 mm & biru panjang 6 mm) & ulat (warna merah muda, panjang 13 mm). Kutu ini di musim penghujan bisa musnah oleh serangan beberapa macam cendawan.
3) Keluang & codot
  • Pengendalian: buah-buahan yg hampir tua dibungkus kantong kertas/kain-kain bekas.
4) Pasilan atau benalu
  • Pengendalian: dibuang & dibersihkan.
5) Lalat buah (dacus pedestris)
  • Buah & daun yg terserang oleh ulat ini. Lalat ini meletakkan telurnya pada daging buah, sehingga setelah menetas larvanya memakan buah jambu air.
  • Pengendalian: dgn insektisida Diazinon atau Bayrusil yg disemprotkan ke pohon, daun & buah yg masih pentil dgn dosis sesuai anjuran.
6) Penggerek batang
  • Pengendalian: dgn cara menyumbatkan kapas yg telah direndam insektisida Diazinon atau Bayrusil kedalam lubang batang yg digerek.
7) Ulat penggulung/pemakan daun
Penyakit Jambu Air
1) Gangguan pada akar
  • Pemupukan yg kurang hati-hati pada jambu air yg sedang berbuah dpt menyebabkan akar tanaman luka, maka bunga atau buah jambu air bisa rontok. Semua ini terjadi karena tanaman tdk mendapat suplai air & zat makanan sebagaimana mestinya akibat rusaknya akar tersebut. Selain itu tanah yg berlebihan supali air juga dpt merontokkan bunga/buah, sebab sebab air yg menggenang membuat akar susah bernafas & mengundang cendawan yang bisamembusukkan akar.
2) Gangguan pada buah
  • Penyebab: ulat (lalat) buah & sejenis cendawan yg mengakibatkan buah rontok, busuk. Serangga ini langsung menyerang buah dgn ciri noda berwarna kecoklatan atau kehitaman pada permukaan buah. Pengendalian: (1) cara membungkus buah sewaktu masih dipohon (2) dgn penyemprotan insektisida thioda (2-3 cc/liter air) & fungisida dithane (3 cc/liter air) 
 Demikian artikel ttg HAMA dan PENYAKIT JAMBU AIR, semoga bermanfaat.

Baca juga:

Cara Memelihara Tanaman Jambu Air

Cara Memelihara Tanaman Jambu Air - Buka Mata. Ada beberapa hal yang dilakukan dalam Memelihara Tanaman Jambu Air. Hal yang dilakukan misalnya penjarangan/ penyulaman, penyiangan dll.
 
1) Penjarangan & Penyulaman Jambu Air
Penyulaman dilakukan sebelum tanaman berumur 1 bulan. Bibit yg tdk tumbuh diganti dgn bibit baru yg ditanam pada lubang tanam yg sama.
2) Penyiangan Jambu Air
Penyiangan dilakukan dgn maksud menyuburkan tanah, membuang rumput liar/tanaman liar (kalau ada) atau binatang yg mendekap diantara tanah. dgn penyiangan dpt memeriksa keadaan lapisan tanah.
3) Pemupukan Jambu Air
Pemupukan jambu air dpt diberikan sebelum berbuah & sesudah berbuah, sebaiknya setelah dilakukan penyiangan.
a) Tanaman belum berbuah
  • Pupuk kandang diberikan sekali gus pada awal musim hujan.
  • Pupuk urea diberikan 1/3 bersamaan dgn pupuk kandang.
  • 2 minggu setelah itu, sisa urea diberikan bersamaan dgn TSP & KCl.
b) Tanaman sudah berbuah
  • Pupuk kandang diberikan sekaligus pada awal musim hujan.
  • Pupuk urea 2/3, TSP 1/2, KCl 1/3 diberikan pada saat tanaman belum berbunga (bersamaan dgn pemberian pupuk kandang & saat hujan
    pertama mulai turun).
  • Sisa pupuk diberikan setelah buah membesar (umur buah sekitar 1-2 bulan sejak berbunga & ukuran buah ± sebesar telur puyuh). Cara pemberian pupuk tersebut sebaiknya dibenam dlm Rorak (got) sedalam 20-30 cm mengelilingi tajuk pohon. Dosis pupuk bagi pohon jambu air umur =15 tahun.
  • Pupuk kandang: maksimal 30 kaleng minyak tanah.
  • Pupuk Urea, pupuk TSP, pupuk KCl (masing-masing) : 2500 gram.
Kenaikan takaran pupuk tersebut setiap tahun setelah jambu air berumur =10 tahun ialah:
  • Pupuk kandang: 2 kaleng minyak tanah.
  • Pupuk Urea: 100 gram.
  • Pupuk TSP: 50 gram.
  • Pupuk KCl: 50-100 gram.
4) Pengairan & Penyiraman Tanaman Jambu Air
Tanaman jambu air yg hidup pada tanah dgn kedalaman air tanah 150-200 cm, pada musim kemarau sangat memerlukan penyiraman, agar tanah tetap lembab. Ketika masih muda, selama 2 minggu pertama tanaman muda perlu diairi 1-2 kali sehari. Jika sudah cukup besar & perakarannya dalam, tanaman disirami 10-12 kali sebulan.
5) Waktu Penyemprotan Pestisida
Penyemprotan dilakukan secara teratur 1-2 kali seminggu. Awal penyemprotan dilakukan saat buah jambu air sebesar telur puyuh (umur ± 1-2 bulan sejak berbunga). Akhir penyemprotan dilakukan saat buah jambu air akan dipetik (sebulan sebelum dipetik & warna buah sudah berubah) atau sampai gejala serangannya hilang. Ketika hendak melakukan penyemprotan pestisida, atau pupuk daun/hormon, kita harus memperhatikan cuaca waktu itu. Kalau langit mendung & kemungkinannya akan turun hujan, sebaiknya penyemprotan ditunda dulu.
6) Pemeliharaan Lain
Pemangkasan dilakukan dgn tujuan untuk membentuk pohon, pemeliharaan & peremajaan. Membentuk pohon: dilakukan setelah mencapai ketinggian 2 meter, dgn ketinggian 1,35-1,5 m dari permukaan tanah & bagian yg dipangkas adalah cabang/tunas. Untuk pemeliharaan: dilakukan setiap saat kecuali ketika tanaman sedang berbunga, bagian yg ditanam adalah dahan-dahan yg tua, yg mati kering, luka serta tdk sempurna. Untuk peremajaan: memangkas seluruh bagian tanaman yg sudah kelewat tua, tdk berproduksi atau diserang hama.

Demikian artikel tentang Cara Memelihara Tanaman Jambu Air, semoga bermanfaat.


Baca juga:
Budidaya Jambu Air
Pembibitan Jambu Air

Teknik Menanam Jambu Air

Teknik Menanam Jambu Air - Buka Mata. Penanaman jambu air dpt dilakukan di pot/di kebun, Jika yg digunakan adalah bibit cangkokan maka penanaman batang lebih dlm agar pohon bisa tumbuh secara kuat.

1) Penentuan Pola Tanam Jambu Air
Bibit jambu air dikebun dpt ditanam dgn pola tanam/jarak tanam 8 x 8 m.

2) Pembuatan Lubang Tanam Jambu Air
Lubang tanam sebaiknya dibuat pada akhir musim kemarau/menjelang musim hujan, agar pada saat mendekati musim hujan, tanaman sudah berdiri. dgn demikian tanaman baru (pada musim hujan) tdk perlu disiram 2 kali sehari. Penyiapan lubang tanaman terdiri dari:
  • mula-mula tanah digali di tempat yg sudah ditentukan;
  • ukuran lubang ukuran lubang: panjang x lebar x dlm = 60 x 60 x 60 cm. atau panjang x lebar x dlm = 1 x 1 x 0,5 m.
3) Cara Penanaman Jambu Air
Bibit jambu air ditanam ke dlm lubang tanam berukuran 60 x 60 x 60 cm. Perlu memperhatikan kedalaman penanaman & waktu penanaman sebaiknya dilaksanakan persis pada awal musim hujan & pada sore hari.

Demikian Teknik Menanam Jambu Air, semiga bermanfaat.

Baca juga artikel lainnya:
Budidaya Jambu Air
Pengolahan Media Tanam Jambu Air

Pengolahan Media Tanam Jambu Air

Pengolahan Media Tanam Jambu Air - Buka Mata. Berikut adalah cerita mengenai Pengolahan Media Tanam Jambu Air. Harapannya supaya hasilnya dapat bagus.

1) Persiapan Jambu Air

Calon tempat tumbuh tanaman jambu air harus dibersihkan dahulu dari berbagai pengganggu seperti: rerumputan, semak/onak & binatang. Lahan hanya diolah di lubang tanam & dilaksanakan 15-30 m hari sebelum tanam. Jarak tanam jambu air adalah 8 x 8 m dgn lubang tanam berukuran 60 x 60 x 60 cm. 

2) Pembukaan Lahan Untuk Budidaya Jambu Air

Tanah yg akan dipergunakan untuk Tanaman jambu air dikerjakan semua secara bersama, tanaman pengganggu seperti semak-semak & rerumputan dibuang, & benda-benda keras disingkirkan kemudian tanah dibajak atau dicangkul sampai dalam, dgn mempertimbangkan bibit yg akan ditanam. jika bibit berasal dari cangkokan pengolahan tanah tdk perlu terlalu dlm tetapi jika hasil okulasi perlu pengolahan yg cukup dalam. Kemudian dibuatkan saluran air selebar 1 m & kedalam disesuaikan dgn kedalaman air tanah, guna mengatasi sistem pembuangan air yg kurang lancar. Tanah yg kurus & kurang humus/tanah cukup liat diberikan pupuk hijau yg dibuat dgn cara mengubur ranting-ranting & dedaunan, dgn kondisi seperti ini dibiarkan selama kurang lebih 1 tahun kemudian dilanjutkan pembuatan bedengan sesuai dgn kebutuhan.

3) Pengapuran Jambu Air

Pengapuran tanah sebaiknya dilakukan 1 atau 2 bulan menjelang hujan.

4) Pemupukan Jambu Air

Sebelum penanaman kedalam lubang tanam perlu dimasukkan pupuk kandang sekitar 1 blek minyak tanah. Jika perlu ditambah 2 genggam pupuk NPK. Setelah itu perlu diberi pelindung

Demikian artikel tentang Pengolahan Media Tanam Jambu Air, semoga bermanfaat.

Baca artikel:

Pembibitan Jambu Air

Pembibitan Jambu Air - Buka Mata. Pada kesempatan kali ini akan diceritakan tentang Pembibitan Jambu Air. 

1) Persyaratan Benih/Bibit Jambu Air
Biji jambu air berasal dari varietas unggul, berumur lebih dari 15 tahun, produktif & produksi stabil. Biji berasal dari buah masak pohon, yg besarnya normal & mulus. Biji dikeringanginkan selama 1-3 hari di tempat teduh. Biji-biji yg memenuhi syarat adalah berukuran relatif besar, ukuran seragam, bernas & tdk cacat, dianjurkan dlm meggunakan bibit jambu air hasil cangkokan/okulasi. Selain lebih mudah dilakukan, cara ini lebih cepat menghasilkan buah.

2) Persiapan Benih Jambu Air

a. Bibit Enten (Grafting) Jambu Air
Model sambungan yg terbaik adalah sambungan celah. Batang bawah berasal dari bibit hasil perbanyakan dgn biji yg berumur 10 tahun, sedangkan pucuk berasal dari pohon induk unggul. Setelah disambung bibit dipelihara selama 2-3 bulan.

b. Bibit Cangkok Jambu Air
Cabang yg akan dicangkok berada pada tanaman yg unggul & produktif. Cabang yg dipilih tdk telalu tua/muda, berwarna hijau keabu-abuan/kecoklat-coklatan dgn diameter sedikitnya 1.5 cm. Setelah 2-2.5 bulan (sudah berakar), bibit segera dipotong & ditanam dipolibag dgn media campuran : pupuk kandang 1 : 1. Bibit dipelihara selama 1 bulan.

3) Teknik Penyemaian Benih Jambu Air
Persemaian dpt dilakukan di dlm bedengan atau di polibag.

a) Bedengan Jambu Air
  • Olah tanah sedalam 30-40 cm dgn cangkul kemudian keringkan selama 15-30 hari.
  • Buat bedengan dgn lebar 100-120 cm, tinggi 30-40 cm, panjang sesuai lahan & jarak antar bedengan 60 cm.
  • Campurkan 2 kg/m 2 pupuk kandang dgn tanah bedengan.
  • Buat sungkup bedengan berbentuk setengah lingkaran dgn tinggi pusat lingkaran minimal 50 cm. Naungi sungkup dgn plastik bening.
b) Polybag Jambu Air
  • Lubangi dasar polybag diameter 10-15 cm.
  • Isi polibag dgn media berupa campuran tanah, pupuk kandang (2 : 1).
  • Simpan polybag di dlm sungkup.
4) Pemeliharaan Pembibitan/Penyemaian Jambu Air.

Pemeliharaan pembibitan dilakukan dgn cara sebagai berikut:
  • Penyiraman dilakukan 1-2 kali sehari, terutama jika kemarau.
  • Penyiangan dilakukan sesuai dgn pertumbuhan gulma.
  • Pemupukan setiap 3 bulan dgn urea, SP-36 & KCl (2:1) sebanyak 50-100 gram/m 2 atau 4 gram/polibag.
  • Penyemprotan pestisida dgn konsentrasi 30-50% dari dosis anjuran.
  • Membuka sungkup jika cuaca cerah secara berangsur-angsur agar tanaman dpt beradaptasi dgn lingkungan kebun.
5) Pemindahan Bibit Jambu Air
Bibit di bedengan dipindahkan ke polybag setelah berumur 6 bulan. Pindah tanam ke lapangan dilakukan setelah bibit berumur 10-12 bulan di persemaian.

Demikian aertikel ttg Pembibitan Jambu Air, semoga bermanfaat. 

Baca juga artikel lainnya:
Budidaya Jambu Air
Bunga Dahlia

Senin, 14 Januari 2013

Iklim Yang Cocok Untuk Budidaya Jambu Air

Iklim Yang Cocok Untuk Budidaya Jambu Air - Buka Mata. Sebelum melakukan budidaya jambu air, perhatikan iklim yang cocok untuk Budidaya Jambu Air.

Iklim Yang Cocok Untuk Budidaya Jambu Air 
  1. Angin sangat berperan dlm pembudidayaan jambu air. Angin berfungsi dlm membantu penyerbukan pada bunga.
  2. Tanaman jambu air akan tumbuh baik di daerah yg curah hujannya rendah/kering sekitar 500–3.000 mm/tahun & musim kemarau lebih dari 4 bulan. dgn kondisi tersebut, maka jambu air akan memberikan kualitas buah yg baik dgn rasa lebih manis.
  3. Cahaya matahari berpengaruh terhadap kualitas buah yg akan dihasilkan. Intensitas cahaya matahari yg ideal dlm pertumbuhan jambu air adalah 40–80 %.
  4. Suhu yg cocok untuk pertumbuhan tanaman jambu air adalah 18-28 derajat C.
  5. Kelembaban udara antara 50-80 %.
Demikian artikel yang berjudul Iklim Yang Cocok Untuk Budidaya Jambu Air, semoga dapat memberi manfaat.

Baca juga
Jambu Air
Jenis Jambu Air  

Jenis - Jenis Jambu Air

Jenis - Jenis Jambu Air - Buka Mata. Berikut ini adalah Jenis - Jenis Tanaman Jambu Air.
Tanaman jambu air mempunyai sistematika sebagai berikut:
  • Kingdom : Plantarum
  • Sub Kingdom : Kormophyta
  • Super Divisio : Kormophyta biji
  • Divisio : Spermatophyta
  • Sub Divisio : Angiospermae
  • Classis : Dycotyledoneae
  • Ordo : Myrtales
  • Familia : Myrtaceae
  • Genus : Syzygium
  • Species : Eugenia aquea
Selain itu juga terdapat 2 jenis jambu air yg banyak ditanam, tetapi keduanya tdk begitu menyolok perbedaannya. Ke dua jenis tersebut adalah Syzygium quaeum (jambu air kecil) & Syzygium samarangense (jambu air besar). Varietas jambu air besar yakni: jambu Semarang, Madura, Lilin (super manis), Apel & Cincalo (merah & hijau/putih) & Jenis-jenis jambu air lainnya adalah: Camplong (Bangkalan), Kancing, Mawar (jambu Keraton), Sukaluyu, Baron, Kaget, Rujak, Neem, Lonceng (super lebat), & Manalagi (tanpa biji). Sedangkan varietas yg paling komersil adalah Cincalo & Semarang, yg masing-masing terdiri dari 2 macam (merah & putih).

Demikian artikel yang berjudul Jenis - Jenis Jambu Air. 

Baca juga

Minggu, 13 Januari 2013

Budidaya Jambu Air

Budidaya Jambu Air - Buka Mata. Kalau kita mendengar kata jambu air pastilah sudah tidak asing lagi apalagi bagi yang melakukan budidaya jambu air. Berikut ini adalah artikel tentang bagaimana cara budidaya jambu air dilakukan.

1. SEJARAH SINGKAT JAMBU AIR
Jambu air berasal dari daerah Indo Cina & Indonesia, tersebar ke Malaysia & pulau-pulau di Pasifik. Selama ini masih terkonsentrasi sebagai tanaman pekarangan untuk konsumsi keluarga. Buah Jambu air tdk hanya sekedar manis menyegarkan, tetapi memiliki keragaman dlm penampilan. Jambu air (Eugenia aquea Burm) dikategorikan salah satu jenis buah-buahan potensial yg belum banyak disentuh pembudidayannya untuk tujuan komersial.
Sifatnya yg mudah busuk menjadi masalah penting yg perlu dipecahkan. Buahnya dpt dikatakan tdk berkulit, sehingga rusak fisik sedikit saja pada buah akan mempercepat busuk buah.

2. JENIS TANAMAN JAMBU AIR
Sistematika tanaman jambu air adalah sebagai berikut:
Kingdom : Plantarum
Sub Kingdom : Kormophyta
Super Divisio : Kormophyta biji
Divisio : Spermatophyta
Sub Divisio : Angiospermae
Classis : Dycotyledoneae
Ordo : Myrtales
Familia : Myrtaceae
Genus : Syzygium
Species : Eugenia aquea
Selain itu juga terdapat 2 jenis jambu air yg banyak ditanam, tetapi keduanya tdk begitu menyolok perbedaannya. Ke dua jenis tersebut adalah Syzygium quaeum (jambu air kecil) & Syzygium samarangense (jambu air besar). Varietas jambu air besar yakni: jambu Semarang, Madura, Lilin (super manis), Apel & Cincalo (merah & hijau/putih) & Jenis-jenis jambu air lainnya adalah: Camplong (Bangkalan), Kancing, Mawar (jambu Keraton), Sukaluyu, Baron, Kaget, Rujak, Neem, Lonceng (super lebat), & Manalagi (tanpa biji). Sedangkan varietas yg paling komersil adalah Cincalo & Semarang, yg masing-masing terdiri dari 2 macam (merah & putih).

3. MANFAAT TANAMAN JAMBU AIR
Pada umumnya jambu air dimakan segar, tetapi dpt juga dibuat puree, sirop, jeli, jam/berbentuk awetan lainnya. Selain sebagai “buah meja” jambu air juga telah menjadi santapan canggih dgn dibuat salada & fruit coctail. Kandungan kimia yg penting dari jambu air adalah gula & vitamin C. Buah jambu air masak yg manis rasanya, selain disajikan sebagai buah meja juga untuk rujak & asinan. Kadang-kadang kulit batangnya dpt digunakan sebagai obat.

4. SENTRA PENANAMAN JAMBU AIR
Menurut data statistik dari Dinas Pertanian Tanaman Pangan, Jawa Barat, Kabupaten Karawang, Tangerang, Bogor, Sukabumi, Cianjur, Bandung, Garut, Cirebon, Subang & Bekasi termasuk 10 besar sentra penanaman pohon jambu. Jambu air Cincalo merah banyak terdapat di Karawang & terkenal dgn jambu Bolang yg jika matang benar berwarna merah tua kebiruan dgn rasa manis-asam segar sedangkan Jambu air Semarang (merah & putih) banyak terdapat di Indramayu.

5. SYARAT TUMBUH JAMBU AIR
5.1. Iklim Yang Cocok Untuk Budidaya Jambu Air
    • Angin sangat berperan dlm budidaya jambu air. Angin berfungsi dlm membantu penyerbukan pada bunga.
    • Tanaman jambu air akan tumbuh baik di daerah yg curah hujannya rendah/kering sekitar 500–3.000 mm/tahun & musim kemarau lebih dari 4 bulan. dgn kondisi tersebut, maka jambu air akan memberikan kualitas buah yg baik dgn rasa lebih manis.
    • Cahaya matahari berpengaruh terhadap kualitas buah yg akan dihasilkan. Intensitas cahaya matahari yg ideal dlm pertumbuhan jambu air adalah 40–80 %.
    • Suhu yg cocok untuk pertumbuhan tanaman jambu air adalah 18-28 derajat C.
    • Kelembaban udara antara 50-80 %.
      5.2. Media Tanam Jambu Air
        • Tanah yg cocok bagi tanaman jambu air adalah tanah subur, gembur, banyak mengandung bahan organik.
        • Derajat keasaman tanah (pH) yg cocok sebagai media tanam jambu air adalah 5,5–7,5.
        • Kedalaman kandungan air yg ideal untuk tempat budidaya jambu air adalah 0- 50 cm; 50-150 cm & 150-200 cm.
        • Tanaman jambu air sangat cocok tumbuh pada tanah datar.
          5.3. Ketinggian Tempat Jambu Air
          Tanaman jambu air mempunyai daya adaptasi yg cukup besar di lingkungan tropis dari dataran rendah sampai tinggi yg mencapai 1.000 m dpl.


          6.1. Pembibitan Jambu Air

          1) Persyaratan Benih/Bibit Jambu Air
          Biji berasal dari varietas unggul, berumur lebih dari 15 tahun, produktif & produksi stabil. Biji berasal dari buah masak pohon, yg besarnya normal & mulus. Biji dikeringanginkan selama 1-3 hari di tempat teduh. Biji-biji yg memenuhi syarat adalah berukuran relatif besar, ukuran seragam, bernas & tdk cacat, dianjurkan dlm meggunakan bibit jambu air hasil cangkokan/okulasi. Selain lebih mudah dilakukan, cara ini lebih cepat menghasilkan buah.

          2) Persiapan Benih Jambu Air

          a. Bibit Enten (Grafting) Jambu Air
          Model sambungan yg terbaik adalah sambungan celah. Batang bawah berasal dari bibit hasil perbanyakan dgn biji yg berumur 10 tahun, sedangkan pucuk berasal dari pohon induk unggul. Setelah disambung bibit dipelihara selama 2-3 bulan

          b. Bibit Cangkok Jambu Air
          Cabang yg akan dicangkok berada pada tanaman yg unggul & produktif. Cabang yg dipilih tdk telalu tua/muda, berwarna hijau keabu-abuan/kecoklat-coklatan dgn diameter sedikitnya 1.5 cm. Setelah 2-2.5 bulan (sudah berakar), bibit segera dipotong & ditanam dipolibag dgn media campuran : pupuk kandang 1 : 1. Bibit dipelihara selama 1 bulan.

          3) Teknik Penyemaian Benih Jambu Air
          Persemaian dpt dilakukan di dlm bedengan atau di polibag.

          a) Bedengan Jambu Air
            • Olah tanah sedalam 30-40 cm dgn cangkul kemudian keringkan selama 15-30 hari.
            • Buat bedengan dgn lebar 100-120 cm, tinggi 30-40 cm, panjang sesuai lahan & jarak antar bedengan 60 cm.
            • Campurkan 2 kg/m 2 pupuk kandang dgn tanah bedengan.
            • Buat sungkup bedengan berbentuk setengah lingkaran dgn tinggi pusat lingkaran minimal 50 cm. Naungi sungkup dgn plastik bening.
            b) Polybag Jambu Air
              • Lubangi dasar polybag diameter 10-15 cm.
              • Isi polibag dgn media berupa campuran tanah, pupuk kandang (2 : 1).
              • Simpan polybag di dlm sungkup.
                4) Pemeliharaan Pembibitan/Penyemaian Jambu Air
                Pemeliharaan pembibitan dilakukan dgn cara sebagai berikut:
                  • Penyiraman dilakukan 1-2 kali sehari, terutama jika kemarau.
                  • Penyiangan dilakukan sesuai dgn pertumbuhan gulma.
                  • Pemupukan setiap 3 bulan dgn urea, SP-36 & KCl (2:1) sebanyak 50-100 gram/m 2 atau 4 gram/ polibag.
                  • Penyemprotan pestisida dgn konsentrasi 30-50% dari dosis anjuran.
                  • Membuka sungkup jika cuaca cerah secara berangsur-angsur agar tanaman dpt beradaptasi dgn lingkungan kebun.
                    5) Pemindahan Bibit Jambu Air
                    Bibit di bedengan dipindahkan ke polybag setelah berumur 6 bulan. Pindah tanam ke lapangan dilakukan setelah bibit berumur 10-12 bulan di persemaian.

                    6.2. Pengolahan Media Tanam Jambu Air

                    1) Persiapan Jambu Air
                    Calon tempat tumbuh tanaman jambu air harus dibersihkan dahulu dari berbagai pengganggu seperti: rerumputan, semak/onak & binatang. Lahan hanya diolah di lubang tanam & dilaksanakan 15-30 m hari sebelum tanam. Jarak tanam jambu air adalah 8 x 8 m dgn lubang tanam berukuran 60 x 60 x 60 cm.

                    2) Pembukaan Lahan Untuk Budidaya Jambu Air
                    Tanah yg akan dipergunakan untuk Tanaman jambu air dikerjakan semua secara bersama, tanaman pengganggu seperti semak-semak & rerumputan dibuang, & benda-benda keras disingkirkan kemudian tanah dibajak atau dicangkul sampai dalam, dgn mempertimbangkan bibit yg akan ditanam. jika bibit berasal dari cangkokan pengolahan tanah tdk perlu terlalu dlm tetapi jika hasil okulasi perlu pengolahan yg cukup dalam. Kemudian dibuatkan saluran air selebar 1 m & kedalam disesuaikan dgn kedalaman air tanah, guna mengatasi sistem pembuangan air yg kurang lancar. Tanah yg kurus & kurang humus/tanah cukup liat diberikan pupuk hijau yg dibuat dgn cara mengubur ranting-ranting & dedaunan, dgn kondisi seperti ini dibiarkan selama kurang lebih 1 tahun kemudian dilanjutkan pembuatan bedengan sesuai dgn kebutuhan.

                    3) Pengapuran Jambu Air
                    Pengapuran tanah sebaiknya dilakukan 1 atau 2 bulan menjelang hujan.

                    4) Pemupukan Jambu Air
                    Sebelum penanaman kedalam lubang tanam perlu dimasukkan pupuk kandang sekitar 1 blek minyak tanah. Jika perlu ditambah 2 genggam pupuk NPK. Setelah itu perlu diberi pelindung. [Pengolahan Media Tanam Jambu Air]

                    6.3. Teknik Penanaman Jambu Air
                    Penanaman jambu air dpt dilakukan di pot/di kebun, Jika yg digunakan adalah bibit cangkokan maka penanaman batang lebih dlm agar pohon bisa tumbuh secara kuat.

                    1) Penentuan Pola Tanam Jambu Air
                    Bibit jambu air dikebun dpt ditanam dgn pola tanam/jarak tanam 8 x 8 m.

                    2) Pembuatan Lubang Tanam Jambu Air
                    Lubang tanam sebaiknya dibuat pada akhir musim kemarau/menjelang musim hujan, agar pada saat mendekati musim hujan, tanaman sudah berdiri. dgn demikian tanaman baru (pada musim hujan) tdk perlu disiram 2 kali sehari. Penyiapan lubang tanaman terdiri dari:
                      • mula-mula tanah digali di tempat yg sudah ditentukan;
                      • ukuran lubang ukuran lubang: panjang x lebar x dlm = 60 x 60 x 60 cm. atau panjang x lebar x dlm = 1 x 1 x 0,5 m.
                      3) Cara Penanaman Jambu Air
                      Bibit jambu air ditanam ke dlm lubang tanam berukuran 60 x 60 x 60 cm. Perlu memperhatikan kedalaman penanaman & waktu penanaman sebaiknya dilaksanakan persis pada awal musim hujan & pada sore hari.(teknik Menanam jambu air)

                       6.4. Pemeliharaan Tanaman Jambu Air

                      1) Penjarangan & Penyulaman Jambu Air
                      Penyulaman dilakukan sebelum tanaman berumur 1 bulan. Bibit yg tdk tumbuh diganti dgn bibit baru yg ditanam pada lubang tanam yg sama.

                      2) Penyiangan Jambu Air
                      Penyiangan dilakukan dgn maksud menyuburkan tanah, membuang rumput liar/tanaman liar (kalau ada) atau binatang yg mendekap diantara tanah. dgn penyiangan dpt memeriksa keadaan lapisan tanah.

                      3) Pemupukan Jambu Air
                      Pemupukan jambu air dpt diberikan sebelum berbuah & sesudah berbuah, sebaiknya setelah dilakukan penyiangan.

                      a) Tanaman belum berbuah
                        • Pupuk kandang diberikan sekali gus pada awal musim hujan.
                        • Pupuk urea diberikan 1/3 bersamaan dgn pupuk kandang.
                        • 2 minggu setelah itu, sisa urea diberikan bersamaan dgn TSP & KCl.
                        b) Tanaman sudah berbuah
                          • Pupuk kandang diberikan sekaligus pada awal musim hujan.
                          • Pupuk urea 2/3, TSP 1/2, KCl 1/3 diberikan pada saat tanaman belum berbunga (bersamaan dgn pemberian pupuk kandang & saat hujan pertama mulai turun).
                          • Sisa pupuk diberikan setelah buah membesar (umur buah sekitar 1-2 bulan sejak berbunga & ukuran buah ± sebesar telur puyuh). Cara pemberian pupuk tersebut sebaiknya dibenam dlm Rorak (got) sedalam 20-30 cm mengelilingi tajuk pohon. Dosis pupuk bagi pohon jambu air umur =15 tahun.
                          • Pupuk kandang: maksimal 30 kaleng minyak tanah.
                          • Pupuk Urea, pupuk TSP, pupuk KCl (masing-masing) : 2500 gram.
                            Kenaikan takaran pupuk tersebut setiap tahun setelah jambu air berumur =10 tahun ialah:
                              • Pupuk kandang: 2 kaleng minyak tanah.
                              • Pupuk Urea: 100 gram.
                              • Pupuk TSP: 50 gram.
                              • Pupuk KCl: 50-100 gram.
                                4) Pengairan & Penyiraman Tanaman Jambu Air
                                Tanaman jambu air yg hidup pada tanah dgn kedalaman air tanah 150-200 cm, pada musim kemarau sangat memerlukan penyiraman, agar tanah tetap lembab. Ketika masih muda, selama 2 minggu pertama tanaman muda perlu diairi 1-2 kali sehari. Jika sudah cukup besar & perakarannya dalam, tanaman disirami 10-12 kali sebulan. 
                                5) Waktu Penyemprotan Pestisida
                                Penyemprotan dilakukan secara teratur 1-2 kali seminggu. Awal penyemprotan dilakukan saat buah jambu air sebesar telur puyuh (umur ± 1-2 bulan sejak berbunga). Akhir penyemprotan dilakukan saat buah jambu air akan dipetik (sebulan sebelum dipetik & warna buah sudah berubah) atau sampai gejala serangannya hilang. Ketika hendak melakukan penyemprotan pestisida, atau pupuk daun/hormon, kita harus memperhatikan cuaca waktu itu. Kalau langit mendung & kemungkinannya akan turun hujan, sebaiknya penyemprotan ditunda dulu.
                                6) Pemeliharaan Lain
                                Pemangkasan dilakukan dgn tujuan untuk membentuk pohon, pemeliharaan & peremajaan. Membentuk pohon: dilakukan setelah mencapai ketinggian 2 meter, dgn ketinggian 1,35-1,5 m dari permukaan tanah & bagian yg dipangkas adalah cabang/tunas. Untuk pemeliharaan: dilakukan setiap saat kecuali ketika tanaman sedang berbunga, bagian yg ditanam adalah dahan-dahan yg tua, yg mati kering, luka serta tdk sempurna. Untuk peremajaan: memangkas seluruh bagian tanaman yg sudah kelewat tua, tdk berproduksi atau diserang hama.

                                7. HAMA & PENYAKIT JAMBU AIR

                                1) Ulat kupu-kupu gajah
                                Ciri: panjang 12 cm, warna hijau muda kebiru-biruan, bertubuh gemuk & lunak, tertutup lapisan lilin keputih-putihan. Telur-telurnya ditaruh di tepi daun, 2-3 butir bersama-sama, warna merah muda. Kepompong berada di antara beberapa daun atau di sebelah bawah daun. Ulat-ulat tersebut sangat rakus memakan daun.
                                Pengendalian: dgn cara mengumpulkan telur, ulat, & kepompong untuk dimusnahkan.

                                2) Kutu perisai hijau
                                Ciri: panjang kutu 3-5 mm, warna hijau (kadang agak kemerahan). Melekat pada bagian-bagian pohon yg hijau & di bagian bawah daun. Menyebabkan terjadinya cendawan hitam seperti jelaga.
                                Pengendalian: cara alami dimakan oleh beberapa macam kepik (merah tua, panjang 5 mm & biru panjang 6 mm) & ulat (warna merah muda, panjang 13 mm). Kutu ini di musim penghujan bisa musnah oleh serangan beberapa macam cendawan.

                                3) Keluang & codot
                                Pengendalian: buah-buahan yg hampir tua dibungkus kantong kertas/kain-kain bekas.

                                4) Pasilan atau benalu
                                Pengendalian: dibuang & dibersihkan.

                                5) Lalat buah (dacus pedestris)
                                Buah & daun yg terserang oleh ulat ini. Lalat ini meletakkan telurnya pada daging buah, sehingga setelah menetas larvanya memakan buah jambu air.
                                Pengendalian: dgn insektisida Diazinon atau Bayrusil yg disemprotkan ke pohon, daun & buah yg masih pentil dgn dosis sesuai anjuran.

                                6) Penggerek batang
                                Pengendalian: dgn cara menyumbatkan kapas yg telah direndam insektisida Diazinon atau Bayrusil kedalam lubang batang yg digerek.

                                7) Ulat penggulung/pemakan daun

                                1) Gangguan pada akar
                                Pemupukan yg kurang hati-hati pada jambu air yg sedang berbuah dpt menyebabkan akar tanaman luka, maka bunga atau buah jambu air bisa rontok. Semua ini terjadi karena tanaman tdk mendapat suplai air & zat makanan sebagaimana mestinya akibat rusaknya akar tersebut. Selain itu tanah yg berlebihan supali air juga dpt merontokkan bunga/buah, sebab sebab air yg menggenang membuat akar susah bernafas & mengundang cendawan yang bisamembusukkan akar.

                                2) Gangguan pada buah
                                Penyebab: ulat (lalat) buah & sejenis cendawan yg mengakibatkan buah rontok, busuk. Serangga ini langsung menyerang buah dgn ciri noda berwarna kecoklatan atau kehitaman pada permukaan buah. Pengendalian: (1) cara membungkus buah sewaktu masih dipohon (2) dgn penyemprotan insektisida thioda (2-3 cc/liter air) & fungisida dithane (3 cc/liter air)

                                8. PANEN JAMBU AIR

                                8.1. Ciri & Umur Panen Buah Jambu Air
                                Tanaman jambu air dpt berbuah setelah berumur 3-4 tahun, berbunga sebanyak 2 kali dlm setahun (Juli & September) & buahnya masak pada Agustus & Nopember. Ciri-ciri buah yg dpt dipanen dinilai dari tingkat kematangan berdasarkan warna kulit buah, yaitu hijau muda, hijau tua, hijau sedikit merah hijau-merah & merah hijau. Keadaan fisik buah juga menjadi kriteria dlm panen yaitu semakin terlihat matang buah yg nampak, maka semakin merah warna kulitnya & makin besar pula ukuran fisiknya.

                                8.2. Cara Panen Jambu Air
                                Buah dipetik dari rangkaiaanya dgn hati hati jangan sampai rusak, apalagi jatuh.

                                8.3. Periode Panen Jambu Air
                                Masa berbuah jambu air bisa lebih dari 1 kali dlm setahun, tergantung pada keadaan lingkungan.

                                8.4. Prakiraan Produksi Jambu Air
                                Buah jambu air jenis merah–hijau dpt dipanen jika warna merah pada buah jambu lebih banyak dari pada warna hijaunya, Pada saat tersebut nisbah PT/asam & Vitamin C-nya masing-masing adalah 80,8 & 48 kg/100 gram

                                9. PASCAPANEN JAMBU AIR

                                9.1. Pengumpulan Jambu Air
                                Buah hasil panen dikumpulkan dimasukan kedalam keranjang plastik & disimpan sementara di ruangan yg sejuk. Buah dari jenis yg berbeda tdk disatukan dgn jenis yg lain.

                                9.2. Penyortiran & Penggolongan Jambu Air
                                Pisahkan buah yg cacat dari yg baik, kemudian klasifikasikan buah berdasarkan ukurannya. Buah dicuci bersih dgn air mengalir atau dialiri air kemudian ditiriskan di rak pengeringan.

                                9.3. Penyimpanan Jambu Air
                                Buah yg telah dikemas disimpan di daerah yg teduh kering & sejuk.

                                9.4. Pengemasan & Pengangkutan Jambu Air
                                Buah dikemas dlm keranjang plastik & disusun rapi agar tdk berpindah tempat selama dlm pengangkutan. Sebaiknya bauh disimpan dlm cold storage jika tdk langsung diangkut ke pasar.


                                Kata terkait : buah jambu air, khasiat buah jambu air, manfaat buah jambu air, gambar buah jambu air, tanaman buah jambu, khasiat jambu biji, jambu, biji jambu mete, jambu batu, cara mengcangkok, jambu biji, morfologi jambu biji, psidium guajava, deskripsi jambu air, khasiat jambu air, klasifikasi jambu air, macam macam jambu air, manfaat daun jambu air, jambu air black diamond, budidaya jambu air, manfaat jambu air, tabulampot jambu air, pohon jambu air


                                 Baca juga artikel Budidaya lainnya melalui link dibawah ini
                                 Budidaya Belimbing
                                 Cara Beternak Puyuh