Tampilkan postingan dengan label Agama. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Agama. Tampilkan semua postingan

Kamis, 26 Juli 2012

Tanda-Tanda Lailatul Qadar

Tanda-Tanda Lailatul Qadar – Buka Mata. Semoga artikel yang berjudul " Tanda-Tanda Lailatul Qadar " bermanfaat. Tanda-Tanda Lailatul Qadar telah dijelaskan oleh Rasulullah dalam beberapa riwayat berikut :

Sebagaimana dikatakan oleh Ubay bin Ka’b pada hadits, beliau berkata:

بِالْعَلاَمَةِ أَوْ بِالآيَةِ الَّتِيأَخْبَرَنَا رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُعَلَيْهِ وَسَلَّمَ, أَنَّهَا تَطْلُعُ يَوْمَئِذٍ لاَ شُعَاعَ لَهَا.

" Dengan tanda yang pernah Rasulullah kabarkan kepada kami, yaitu (matahari) terbit (pada pagi harinya) tanpa sinar (yang terik)".

Juga sebagaimana hadits Ibnu Abbas, ia berkata:

أَنَّ رَسُوْلَ اللهِ صَلَّى اللهُعَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ فِيْ لَيْلَةِالْقَدْرِ: لَيْلَةٌ سَمْحَةٌ طَلْقَةٌ لاَ حَارَّةَ وَلاَبَارِدَةَ, تُصْبِحُ شَمْسُهَا صَبِيْحَتُهَا صَفِيْقَةً حَمْرَاءَ.

"Sesungguhnya Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda tentang (tanda-tanda) Lailatul Qadar: “Malam yang mudah, indah, tidak (berudara) panas maupun dingin, matahari terbit (di pagi harinya) dengan cahaya kemerah-merahan (tidak terik)" 

Juga hadits tanda-tanda malam lailatul qadar lainnya oleh Jabir bin Abdillah, beliau berkata:

قَالَ
رَسُوْلُ اللهِ : إِنِّيْ كُنْتُأُرِيْتُ لَيْلَةَ الْقَدْرِ, ثُمَّ نُسِّيْتُهِا, وَهِيَفِيْ الْعَشْرِ الأَوَاخِرِ مِنْ لَيْلَتِهَا, وَهِيَلَيْلَةٌ طَلْقَةٌ بَلْجَةٌ لاَ حَارَّةَ وَلاَبَارِدَةَ.

"Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: Sesungguhnya aku pernah diperlihatkan (bermimpi) Lailatul Qadr. Kemudian aku dibuat lupa, dan malam itu pada sepuluh malam terakhir. Malam itu malam yang mudah, indah, tidak (berudara) panas maupun dingin" 

Demikian pula hadits Ubadah bin Ash Shamit, ia berkata:

أَنَّ
رَسُوْلَ اللهِ قَالَ: لَيْلَةُالْقَدْرِ فِيْ الْعَشْرِ الْبَوَاقِيْ, مَنْ قَامَهُنَّ ابْتِغَاءَ حِسْبَتِهِنَّ فَإِنَّ اللهَ تَبَارَكَوَتَعَالَى يَغْفِرُ لَهُ مَا تَقَدَّمَمِنْ ذَنْبِهِ وَمَا تَأَخَّرَ, وَهِيَلَيْلَةُ وِتْرٍ, تِسْعٌ أَوْسَبْعٌ أَوْ خَامِسَةٌ أَوْثَالِثَةٌ أَوْ آخِرُ لَيْلَةٍ, وَقَالَ رَسُوْلُ اللهِ َ: إِنَّأَمَارَةَ لَيْلَةِ الْقَدْرِ أَنَّهَا صَافِيَةٌ بَلْجَةٌ كَأَنَّ فِيْهَا قَمَراًسَاطِعاً سَاكِنَةٌ سَاجِيَةٌ, لاَ بَرْدَ فِيْهَاوَلاَ حَرَّ, وَلاَ يَحِلُّلِكَوْكَبٍ أَنْ يُرْمَى بِهِفِيْهَا حَتَّى تُصْبِحَ, وَإِنَّأَمَارَتَهَا أَنَّ الشَّمْسَ صَبِيْحَتَهَاتَخْرُجُ مُسْتَوِيَةً, لَيْسَ لَهَا شُعَاعٌمِثْلَ الْقَمَرِ لَيْلَةَ الْبَدْرِ, وَلاَ يَحِلُّ لِلشَّيْطَانِأَنْ يَخْرُجَ مَعَهَا يَوْمَئِذٍ.
"Sesungguhnya Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: “Lailatul Qadr (terjadi) pada sepuluh malam terakhir. Barangsiapa yang menghidupkan malam-malam itu karena berharap keutamaannya, maka sesungguhnya Allah akan mengampuni dosa-dosanya yang lalu & yang akan datang. Dan malam itu adalah pada malam ganjil, ke dua puluh sembilan, dua puluh tujuh, dua puluh lima, dua puluh tiga atau malam terakhir di bulan Ramadhan,” dan Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: “Sesungguhnya tanda Lailatul Qadr adalah malam cerah, terang, seolah-olah ada bulan, malam yang tenang dan tentram, tidak dingin dan tidak pula panas. Pada malam itu tidak dihalalkan dilemparnya bintang, sampai pagi harinya. Dan sesungguhnya, tanda Lailatul Qadr adalah, matahari di pagi harinya terbit dengan indah, tidak bersinar kuat, seperti bulan purnama, dan tidak pula dihalalkan bagi setan untuk keluar bersama matahari pagi itu"
KEUTAMAAN LAILATUL QADAR & AMALAN-AMALANNYA

Adapun keutamaan Lailatul Qadr, maka cukuplah bagi kita firman Allah Subhanahu wa Ta'ala

لَيْلَةُ الْقَدْرِ خَيْرٌ مِّنْ أَلْفِشَهْرٍ . تَنَزَّلُ الْمَلَائِكَةُ وَالرُّوحُ فِيهَا .

(Malam kemuliaan itu lebih baik dari seribu bulan. Pada malam itu turun malaikat-malaikat dan Malaikat Jibril –QS Al Qadr ayat 3, 4).


لَيْلَةُ
الْقَدْرِ خَيْرٌ مِّنْ أَلْفِشَهْرٍ {3} تَنَزَّلُ الْمَلَائِكَةُ وَالرُّوحُ فِيهَا بِإِذْنِ رَبِّهِممِّن كُلِّ أَمْرٍ

  • Malam kemuliaan itu lebih baik dari seribu bulan.
  • Pada malam itu turun malaikat-malaikat dan malaikat Jibril dengan izin Rabbnya untuk mengatur segala urusan.
AMALAN YANG DILAKUKAN

1. Melakukan I’tikaf.
Sebagaimana hadits Aisyah, ia berkata:

أَنَّ النَّبِيَّ كَانَ يَعْتَكِفُ الْعَشْرَالأَوَاخِرَ مِنْ رَمَضَانَ حَتَّىتَوَفَّاهُ اللهُ, ثُمَّ اعْتَكَفَأَزْوَاجُهُ مِنْ بَعْدِهِ.

Sesungguhnya Nabi melakukan i’tikaf pada sepuluh malam terakhir di bulan Ramadhan sampai Allah mewafatkan beliau, kemudian istri-istri beliau melakukan i’tikaf setelahnya. [Hadits yang semisal dengannya ialah, hadits Abdullah bin Umar]

Hadits lain dari Aisyah, ia berkata:

كَانَ رَسُوْلُ اللهِ يَجْتَهِدُ فِيْالْعَشْرِ الأَوَاخِرِ مَالاَ يَجْتَهِدُ فِيْغَيْرِهِ.

"Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam bersungguh-sungguh pada sepuluh malam terakhir, yang kesungguhannya tidak seperti pada waktu-waktu lainnya"

Ada juga hadits lainnya dari Aisyah, ia berkata:

كَانَ النَّبِيُّ إِذَا دَخَلَ الْعَشْرَشَدَّ مِئْزَرَهُ وَأحْيَا لَيْلَهُ وَأَيْقَظَ أَهْلَهُ.

"Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam, apabila memasuki sepuluh malam terakhir, (beliau) mengikat sarungnya, menghidupkan malamnya dan membangunkan istri-istrinya (untuk shalat malam)".

Ibnu Katsir berkata: "Makna perkataan Aisyah “ شَدَّ مِئْزَرَهُ“, ialah menjauhi istri (tidak menggaulinya), dan ada kemungkinan bermakna kedua-duanya (mengikat sarungnya dan tidak menggauli istri)" .

2. Memperbanyak Doa.
Ibnu Katsir berkata: "Dan sangat dianjurkan (disunnahkan) memperbanyak doa pada setiap waktu, terlebih lagi di bulan Ramadhan, dan terutama pada sepuluh malam terakhir, di malam-malam ganjilnya" 

Doa yang dianjurkan Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam ialah:

اَللَّهُمَّ
إِنَّكَ عَفُوٌّ تُحِبُّالْعَفْوَ فَاعْفُ عَنِّيْ
ٍ
Sesuai dengan hadits Aisyah berikut ini:

قُلْتُ: يَا رَسُوْلَ اللهِأَرَأَيْتَ إِنْ وَافَقْتُ لَيْلَةَالْقَدْرِ, مَا أَدْعُوْ؟ قَالَ: تَقُوْلِيْنَ: اَللَّهُمَّ إِنَّكَ عَفُوٌّ, تُحِبُّالْعَفْوَ فَاعْفُ عَنِّيْ.

"Aku (Aisyah) bertanya: “Wahai, Rasulullah. Seandainya aku bertepatan dengan malam Lailatul Qadr, doa apa yang aku katakan?” Beliau menjawab: “Katakan: Ya, Allah. Sesungguhnya Engkau Maha Pemaaf, dan Engkau menyukai maaf. Maka, maafkan aku" .

3. Menghidupkan Malam Lailatul Qadr Dengan Melakukan Shalat Atau Ibadah Lainnya.
Sebagaimana hadits Abu Hurairah, beliau berkata:

عَنِ
النَّبِيِّ قَالَ: مَنْ صَامَرَمَضَانَ إِيْمَاناً وَاحْتِسَاباً غُفِرَ لَهُ مَاتَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ, وَمَنْقَامَ لَيْلَةَ الْقَدْرِ إِيْمَاناً وَاحْتِسَاباً غُفِرَ لَهُ مَاتَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ.

"Dari Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam , beliau bersabda: “Barangsiapa yang berpuasa Ramadhan dengan penuh keimanan dan pengharapan (dari Allah), niscaya akan diampuni dosa-dosanya yang telah lalu. Dan barangsiapa yang menghidupkan malam Lailatul Qadr dengan penuh keimanan dan pengharapan (dari Allah), niscaya akan diampuni dosa-dosanya yang telah lalu".

Selasa, 24 Juli 2012

Lailatul Qadar

Lailatul Qadar - Buka Mata. Lailatul Qadar diartikan sebagai "Malam kemuliaan yg lebih baik dari seribu bulan (83,3 Tahun)". Lailah" berarti malam. Sedangkan kata "al-Qodar" mempunyai beberapa arti :

1. Al-Qodaru yg berarti Atta'dzim(التعظيم) : kemuliaan, atau keagungan

Dikatakan sebagai malam yg dimuliakan karena beberapa hal :
  • Turunnya Al-Qur'an pada malam itu yg diiringi dgn turunnya para Malaikat.
  • Turunnya berkah, rahmah, & magfirah (ampunan)
  • Atau karena orang yg menghidupkan malam itu dgn ibadah akan menjadi orang yg mulia.
2. Al-Qodaru yg berarti Attadhyiiq (التضييق) : penyempitan, pembatasan.
  • Dgn makna ini Lailatul Qadar berarti "Malam yg dibatasi, disembunyikan dari pengetahuan manusia tentang waktu kejadiaanya". Atau berarti "Bumi menjadi sempit dgn turunnya para malaikat".

3. Al-Qodar berarti penentuan taqdir, ketetapan. Sesuai dgn firman Allah swt :
إنا أنزلناه في ليلة مباركة إنا كنا منذرين. فيها يفرق كل أمر حكيم  (الدخان 3-4)
"Sesungguhnya kami telah menurunkan al-Qur'an pada malam yg diberkahi, & sesungguhnya Kamilah yg memberi peringatan. Pada malam itu ditentukan segala urusan yg penuh hikmah".

  • Lailatul Qodar dlm perspektif ini berarti "Malam dimana pada waktu itu ditetapkan taqdir manusia dari hidup, mati, rizki, nasib baik, nasib buruk dll utk satu tahun kedepan".

B. Kemungkinan terjadinya lailatul Qadar :

Pendapat ulama tentang terjadinya Lailatul Qodar :

1. Lailatul Qodar sudah diangkat & tidak akan terjadi lagi, pendapat ini dinisbahkan kepada Syi'ah. Pendapat ini dibantah dgn riwayat :
عن عبد الله بن يحنس قلت لأبي هريرة : زعموا أن ليلة القدر رفعت. قال : كذب من قال ذلك.
Dari Abdillah bin yahnas, aku telah berkata kepada Abu Hurairah " Orang-orang telah menyangka bahwa lailatul Qodar telah diangkat" beliau berkata : Telah berdusta orang yg berkata seperti itu".
2. Lailatul Qodar terjadi hanya sekali zaman Rasulullah saw. Pendapat inipun terbantahkan dgn riwayat diatas.
3. Lailatul Qodar terjadi pada setiap bulan Ramadhan. ini pendapat sebagian besar para ulama.

C. Waktu terjadinya Lailatul Qodar.

Beberapa pendapat terjadinya lailatul Qodar pada bulan Ramadhan:

1. Terjadi pada malam hari pertama bulan Ramadhan. 
  • Seperti disebutkan dari Abi Razin al-'Uqaily as-Shahaby, & diriwayatkan dari Ibnu Al 'ashim dari hadist Annas ra beliau berkata : Lailatul Qodar tejadi pada malam pertama bulan Ramdhan.
2. Terjadi pada malam 17 Ramadhan. 
  • Diriwayatkan dari Ibnu Abi Syaibah & Thabrani dari hadist Zaid bin Arqam ra, beliau berkata : "Saya tidak ragu & tidak mengingkari Bahwa Lailatur Qodar terjadi pada malam ketujuh belas bulan Ramdhan. Malam diturunkannya al-Qur'an". Atsar ini juga diriwayatkan Abu Dawud dari Ibnu Mas'ud juga.
3. Terjadi pada malam ke 21.
  • Pengikut mazhab syafi'I banyak yg cenderung dgn waktu ini.
4. Terjadi pada malam ke 23. 
  • Diriwayatkan Ibnu Abi Syaibah dari Mu'awiyah ra, ia berkata : "Lailatul Qodar terjadi pada malam ke 23 Ramadhan". Dari Abi Juraiz dari Ubaidillah ibnu Abi Yazid dari Ibnu Abbas ra, ia berkata " Sesungguhnya ia (Rasulullah) membangunkan keluarganya pada malam ke 23"
5. Terjadi pada malam ke 25.
6. Terjadi pada malam ke 27. 
  • Diriwayatkan Imam Muslim, dari Abi Hurairah ra, ia berkata "kita saling mengingatkan Lailatul Qodar", Rasulullah saw bersabda : "Siapakah diantara kalian yg mengingat ketika bulan terbit seperti sepotong mangkuk besar?". Berkata Abu hasan Al farisi "yaitu malam ke 27 dimana bulan terbit dgn sifat tersebut".
7. Terjadi pada tanggal ganjil di sepuluh hari terakhir bulan Ramadhan. 
  • Inilah pendapat jumhur ulama. Sebagaimana beberapa hadist yg di riwayatkan Imam Bukhari & Muslim, salah satunya :
حَدَّثَنَا قُتَيْبَةُ بْنُ سَعِيدٍ حَدَّثَنَا إِسْمَاعِيلُ بْنُ جَعْفَرٍ حَدَّثَنَا أَبُو سُهَيْلٍ عَنْ أَبِيهِ عَنْ عَائِشَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهَا أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ تَحَرَّوْا لَيْلَةَ الْقَدْرِ فِي الْوِتْرِ مِنْ الْعَشْرِ الْأَوَاخِرِ مِنْ رَمَضَانَز

Utk lebih jelasnya mengenai berbagai pendapat ulama tentang waktu terjadinya lailatul Qodar, bisa dilihat dlm kitab "Fathul Bari" karangan Ibnu Hajar pada bab. "taharra lailatul Qodar fil witri min al 'asyri al-awaakhir"
Adapun hikamah disamarkannya waktu lailatul Qodar adalah guna menjadikan manusia lebih bersungguh-sungguh dlm menggapainya.  

D. Keutamaan Lailatul Qodar.

Ada beberpa riwayat tentang keutamaan Lailatul Qodar :

  • Anas bin Malik ra menyebutkan ketika mengomentari ayat pertama surat al-Qodar, bahwa yg dimaksud dgn keutamaan (al-Qodar) disitu adalah bahwa amal ibadah seperti shalat, tilawah al-Qur’an, & dzikir serta amal sosial (seperti shodaqoh dana zakat), yg dilakukan pada malam itu lebih baik dibandingkan amal serupa selama seribu bulan (tentu di luar malam lailatul Qodar sendiri).
  • Dlm riwayat lain Anas bin Malik juga menyampaikan keterangan Rasulullah saw bahwa sesungguhnya Allah swt mengkaruniakan ” Lailatul Qodar” utk umatku, & tidak memberikannya kepada umat-umat sebelumnya.
  • Rasulullah saw bersabda sebagimana diriwayatkan Imam bukhari : " Barangsiapa berpuasa pada bulan Ramadhan dgn penuh keimanan keikhlasan karena Allah saw maka ia akan diampuni semua dosa-dosanya yg telah lalu. & barangsiapa yg shalat (Tarawih, Tahajjud) pada malam Lailatul Qodar maka  ia akan diampuni semua dosa-dosanya yg telah lalu".
  • Abdullah bin Abbas ra menyampaikan sabda Rasulullah bahwa pada saat terjadinya lailatul Qodar, para malaikat turun kebumi menghampiri hamba-hamba Allah yg sedang qiyam al lail, atau melakukan dzikir, para malaikat mengucapkan salam kepada mereka. Pada malam itu pintu-pintu langit dibuka, & Allah menerima taubat dari para hambaNya yg bertaubat.
  • Ibnu Abi Syaibah pernah menyampaikan ungkapan al Hasan al Bashri, katanya : ” Saya tidak pernah tahu adanya hari atau malam yg lebih utama dari malam yg lainnya, kecuali ‘ Lailatul Qodar’, karena lailat al Qodar lebih utama dari (amalan) seribu bulan”.


F.         Tanda-tanda Lailatul Qadar
Malam Lailatul Qadar hanya diketahui setelah terjadi. Tanda-tandanya diketahui setelah malam lewat, seperti yg diriwayatkan Abdullah bin Mas'ud dlm Sahih Muslim bahwa Rasulullah s.a.w. menyebutkan di antara tanda-tandanya adalah:
وَأَمَارَتُهَا أَنْ تَطْلُعَ الشَّمْسُ فِي صَبِيحَةِ يَوْمِهَا بَيْضَاءَ لَا شُعَاعَ لَهَا
"Tanda-tandanya adalah matahari terbit pada paginya putih tak bersinar menyengat"

Minggu, 22 Juli 2012

Keutamaan Puasa Ramadhan

Keutamaan Puasa Ramadhan – Buka Mata. Berikut ini merupakan Keutamaan Bulan Ramadhan.Semoga artikel yg berjudul “ Keutamaan Puasa Ramadhan “ bermanfaat.

Pertama, Allah memberikan keistimewaan kpd umat yg berpuasa dengan menyediakan satu pintu khusus di surga yg dinamai Al Rayyan. Pintu surga Al Rayyan ini hanya disediakan bagi umat yg berpuasa. Kata Nabi dlm satu haditsnya, “Pintu Rayyan hanya diperuntukkan bagi orang-orang berpuasa, bukan utk lainnya. Bila pintu tersebut sudah dimasuki oleh seluruh rombongan ahli puasa Ramadhan, maka tak ada lagi yg boleh masuk ke dalamnya.” (HR. Ahmad dan Bukhari-Muslim)

Kedua, Sebagai benteng yg kokoh dari siksa api neraka, sekaligus tirai penghalang dari godaan hawa nafsu. Dlm hal ini Rasul bersabda, “Puasa (Ramadhan) merupakan perisai dan benteng yg kokoh dari siksa api neraka.” (HR. Ahmad dan Al Baihaqi).

Rasul menambahkan pula bahwa puasa yg berfungsi sebagai perisai itu layaknya perisai dlm kancah peperangan selama tidak dinodai oleh kedustaan dan pergunjingan. (HR. Ahmad, An Nasa`i, dan Ibnu Majah).

Ketiga, menjadikan bau mulut orang yg berpuasa ada nilainya. Sehingga Rasul bertutur demikian, “Sungguh bau mulut orang yg berpuasa lebih semerbak di sisi Allah dari bau minyak misik.”

Keempat, Allah memberikan dua kebahagiaan bagi ahli puasa, yaitu bahagia saat berbuka dan pada saat bertemu dengan Allah kelak. Orang yg berpuasa dlm santapan bukanya meluapkan rasa syukurnya di mana bersyukur termasuk salah satu ibadah dan dzikir.

Syukur yg terungkap dlm kebahagiaan karena telah diberi kemampuan oleh Allah utk menyempurnakan puasa di hari tersebut sekaligus berbahagia atas janji pahala yg besar dari-Nya. “Orang yg berpuasa mempunyai dua kebahagiaan. Yaitu berbahagia kala berbuka dan kala bertemu Allah.” (kata Rasul dlm hadits riwayat imam Muslim).

Kelima, puasa telah dijadikan oleh Allah sebagai medan utk menempa kesehatan dan kesembuhan dari beragam penyakit. “Berpuasalah kalian, niscaya kalian akan sehat.” (HR. Ibnu Sunni dan Abu Nu`aim).

Rahasia kesehatan di balik ibadah puasa adalah bahwa puasa menempa tubuh kita utk melumatkan racun-racun yg mengendap dlm tubuh dan mengosongkan materi-materi kotor lainnya dari dlm tubuh.

Puasa ialah fasilitas kesehatan bagi seorang hamba guna meningkatkan kadar ketakwaan yg merupakan tujuan utama puasa itu sendiri. “Hai orang-orang yg beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa.” (Qs. Al Baqarah: 183).

Keenam, dpt menjauhkan wajahnya dari siksa api neraka. Matanya tak akan sampai melihat pawai arak-arakan neraka dlm bentuk apapun. Rasul yg mulia berkata demikian, “Barangsiapa berpuasa satu hari demi di jalan Allah, dijauhkan wajahnya dari api neraka sebanyak (jarak) tujuh puluh musim.” (HR. Ahmad, Bukhari-Muslim, dan Nasa`i).

Ketujuh, dlm al-Qur’an Allah berfirman, “Mereka itu adalah orang-orang yg bertaubat, yg beribadat, yg memuji, yg melawat, yg ruku', yg sujud, yg menyuruh berbuat ma'ruf dan mencegah berbuat munkar dan yg memelihara hukum-hukum Allah dan gembirakanlah orang-orang mukmin itu.” (QS. At Taubah: 112).

Sebagian ulama ahli tafsir menerangkan bahwa orang –orang yg melawat (As Saihuun) pada ayat tersebut adalah orang yg berpuasa sebab mereka melakukan lawatan (kunjungan) ke Allah. Makna lawatan, tegas Abuya, di sini adalah bahwa puasa merupakan penyebab mereka (orang yg berpuasa) bisa sampai kpd Allah. Lawatan ke Allah ditandai dengan meninggalkan seluruh kebiasaan yg selama ini dilakoni (makan, minum, mendatangi istri di siang hari) serta menahan diri dari rasa lapar dan dahaga.

Sembari mengutip al-Qur’an pula, Abuya mencoba menganalisa surah Az Zumar ayat 10: “Sesungguhnya hanya orang-orang yg bersabarlah yg dicukupkan pahala mereka tanpa batas.”

Orang-orang yg bersabarlah maksudnya adalah orang yg berpuasa sebab puasa adalah nama lain dari sabar. Di saat berpuasalah, orang-orang yg bersabar (dlm beribadah puasa) memperoleh ganjaran dan pahala yg tak terhitung banyaknya dari Dzat Yg Maha Pemberi, Allah swt.

Kedelapan, di saat puasa inilah Allah memberi keistemewaan dengan menjadikan segala aktivitas orang yg berpuasa sebagai ibadah dan ketaatan kepada-Nya. Karenanya, orang yg berpuasa dan ia meninggalkan ucapan yg tidak berguna (diam) adalah ibadah serta tidurnya dengan tujuan agar kuat dlm melaksanakan ketaatan di jalan-Nya juga ibadah. Dlm satu hadits riwayat Ibnu Mundih dinyatakan, “Diamnya orang yg berpuasa adalah tasbih, tidurnya merupakan ibadah, dan doanya akan dikabulkan, serta perbuatannya akan dilipatgandakan (pahalanya).”

Tentu, tidak dimaksudkan bahwa puasa itu dipenuhi dengan tidur. Bahkan harus sebaliknya, jauh lebih keras.Hanya saja, nilai tidur orang berpuasa di hadapan Allah berbeda dengan tidurnya orang yg tidak berpuasa.

Kesembilan, bahwa Allah menjadikan orang yg memberi makan berbuka puasa pahalanya sama persis dengan orang yg berpuasa itu sendiri meski dengan sepotong roti atau seteguk air. Dlm satu riwayat Nabi bertutur, "seseorang yg memberi makan orang yg puasa dari hasil yg halal, akan dimintakan ampunan oleh malaikat pada malam-malam Ramadhan…meski hanya seteguk air." (Hr. Abu Ya`la).

Kesepuluh, orang yg berbuka puasa dengan berjamaah demi melihat keagungan puasa, maka para malaikat akan bershalawat (memintakan ampunan) baginya. Mudah-mudahan kita termasuk bagian dari sepuluh keutamaan tersebut.

AMALAN DI BULAN SUCI RAMADHAN

AMALAN - AMALAN DI BULAN SUCI RAMADHAN BUKA MATA. Berikut adalah amalan di bulan suci ramadhan yg dianjurkan.

1. Mendirikan shalat lima waktu
Karena Shalat adalah rukun Islam kedua, siapa yg berpuasa tetapi tdk shalat maka puasanya tdk akan memberi manfaat sedikitpun kepadanya.
 
عَنْ جَابِر بْن عَبْدِ اللَّهِ رضي الله عنهما يَقُولُ سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- يَقُولُ « بَيْنَ الرَّجُلِ وَبَيْنَ الشِّرْكِ وَالْكُفْرِ تَرْكُ الصَّلاَةِ ».

Artinya: “Jabir bin Abdullah radhiyallahu ‘anhuma berkata: “Aku telah mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Jarak antara seseorang dgn kesyirikan & kekafiran adalah meninggalkan shalat”. (HR. Muslim)

عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ بُرَيْدَةَ عَنْ أَبِيهِ رضي الله عنه قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- « الْعَهْدُ الَّذِى بَيْنَنَا وَبَيْنَهُمُ الصَّلاَةُ فَمَنْ تَرَكَهَا فَقَدْ كَفَرَ ».

Artinya: “Abdullah bin Buraidah meriwayatkan dari bapaknya radhiyallahu ‘anhu bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Perjanjian yg ada antar kami dgn mereka (orang kafir) adalah perihal shalat, maka siapa yg meninggalkannya sungguh dia telah kafir”. (HR. Tirmidzi & dishahihkan di dlm kitab Shahih Al Jami’)
& khusus untuk lelaki muslim yg baligh & berkal serta mampu maka diwajibkan untuk mengerjakan shalat lima waktu berjama’ah di masjid, sebagaimana pendapat yg paling kuat dari para ulama.

2. Berpuasa karena iman & mengharap pahala dari Allah Ta’ala.

عَنْ أَبِى هُرَيْرَةَ رضي الله عنه قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ – صلى الله عليه وسلم – « مَنْ صَامَ رَمَضَانَ إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ » .

Artinya: “Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu berkata: “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Barangsiapa yg berpuasa pada bulan Ramadhan karena iman & mengharap pahala maka diampuni dosa-dosa yg telah lalu”. (HR. Bukhari & Muslim)

3. Shalat Tarawih karena iman & mengharap pahala dari Allah Ta’ala, sangat dianjurkan mengerjakannya secara berjama’ah dgn imam sampai selesai.

عَنْ أَبِى هُرَيْرَةَ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ – صلى الله عليه وسلم – قَالَ « مَنْ قَامَ رَمَضَانَ إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ » .

Artinya: “Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu berkata: “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Barangsiapa yg beribadah pada malam hari bulan Ramadhan karena iman & mengharap pahala maka diampuni dosa-dosa yg telah lalu”. (HR. Bukhari & Muslim)

عَنْ أَبِى ذَرٍّ قَالَ قَالَ رَسُولِ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- عن قيام رَمَضَانَ « إِنَّ الرَّجُلَ إِذَا صَلَّى مَعَ الإِمَامِ حَتَّى يَنْصَرِفَ حُسِبَ لَهُ قِيَامُ لَيْلَةٍ ».

Artinya: “Abu Dzarr radhiyallahu ‘anhu berkata: “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Sesungguhnya seseorang jika shalat bersama imam sampai dia selesai maka dihitung baginya pahala shalat sepanjang malam”. (HR. Abu Daud & dishahihkan di dlm kitab Shahih Al Jami’)

4. Bershadaqah, memberi makan & membukakan puasa.

عَنْ زَيْدِ بْنِ خَالِدٍ الْجُهَنِىِّ رضي الله عنه قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- « مَنْ فَطَّرَ صَائِمًا كَانَ لَهُ مِثْلُ أَجْرِهِ غَيْرَ أَنَّهُ لاَ يَنْقُصُ مِنْ أَجْرِ الصَّائِمِ شَيْئًا ».

Artinya: “Zaid bin Khalid Al Juhani radhiyallahu ‘anhu berkata: “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam: “Barangsiapa yg membukakan seorang yg berpuasa, maka baginya pahala orang berpuasa tadi, tanpa mengurangi pahala orang yg berpuasa itu sedikitpun”. (HR. Tirmidzi & dishahihkan di dlm kitab Shahih Al Jami’)

5. Bersungguh-sungguh dlm membaca Al Quran yaitu dgn memperbanyak jumlah bacaan & lebih memahaminya.

عنِ ابْنِ عَبَّاسٍ رضي الله عنهما أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- كَانَ مِنْ أَجْوَدِ النَّاسِ وَأَجْوَدُ مَا يَكُونُ فِى رَمَضَانَ حِينَ يَلْقَاهُ جِبْرِيلُ يَلْقَاهُ كُلَّ لَيْلَةٍ يُدَارِسُهُ الْقُرْآنَ فَكَانَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- حِينَ يَلْقَاهُ جِبْرِيلُ أَجْوَدَ مِنَ الرِّيحِ الْمُرْسَلَةِ.

Artinya: “Abdullah bin Abbas radhiyallahu ‘anhuma berkata: “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam adalah manusia yg paling dermawan, & lebih dermawan lagi ketika beliau berada di dlm bulan Ramadhan, ketika Jibril mendatangi beliau, Jibril menemui beliau setiap malam, mengajarkan kpd beliau Al Quran, adalah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam ketika ditemui oleh Jibril lebih pemurah daripada angin yg mengalir. (HR. Ahmad & dishahihkan oleh Al Albani)

6. Mengerjakan umrah di bulan Ramadhan.
عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ – رضى الله عنهما – قَالَ لَمَّا رَجَعَ النَّبِىُّ – صلى الله عليه وسلم – مِنْ حَجَّتِهِ قَالَ لأُمِّ سِنَانٍ الأَنْصَارِيَّةِ رضي الله عنها: « فَإِنَّ عُمْرَةً فِى رَمَضَانَ تَقْضِى حَجَّةً مَعِى » .
Artinya: “Abdullah bin Abbas radhiyallahu ‘anhuma bercerita, ketika Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam pulang dari hajinya, beliau berkata kpd Ummu Sinan Al Anshariyyah: “Sesungguhnya berumrah dibulan Ramadhan mengganti (/senilai) haji bersamaku”. (HR. Bukhari & Muslim)

7. I’tikaf di Sepuluh Hari Terakhir Bulan Ramadhan.

عَنِ ابْنِ عُمَرَ رضى الله عنهما أَنَّ النَّبِىَّ -صلى الله عليه وسلم- كَانَ يَعْتَكِفُ فِى الْعَشْرِ الأَوَاخِرِ مِنْ رَمَضَانَ.

Artinya: “Abdullah bin Umar radhiyallahu ‘anhuma bercerita, bahwa Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam beri’tikaf pada sepuluh hari dari bulan Ramadhan”. (HR. Bukhari & Muslim)

8. Memperbanyak doa, dzikir & istighfar terutama ketika waktu-waktu yg mustajab.

عَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ رضي الله عنه قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- :« ثَلاَثُ دَعَوَاتٍ لاَ تُرَدُّ دَعْوَةُ الْوَالِدِ ، وَدَعْوَةُ الصَّائِمِ وَدَعْوَةُ الْمُسَافِرِ

Artinya: “Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu berkata: “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Tiga doa yg tdk ditolak; doa orangtua, doa seorang yg berpuasa & doa seorang musafir”. (HR. Al Baihaqi & dishahihkan di dlm kitab Silsilah Al Ahadits Ash Shahihah)

عن ابْنَ عُمَرَ قَالَ: كَانَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- إِذَا أَفْطَرَ قَالَ « ذَهَبَ الظَّمَأُ وَابْتَلَّتِ الْعُرُوقُ وَثَبَتَ الأَجْرُ إِنْ شَاءَ اللَّهُ ».

Artinya: “Abdullah bin Umar radhiyallahu ‘anhuma berkata: “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam jika berbuka mengucapkan: “Dzahaba Azh Zhama’ Wa Ibtallat Al ‘Uruq Wa Tsabat Al Ajru InsyaAllah (telah berlalu dahaga, telah terisi usus-usus & telah tetap pahala dgn kehendak Allah)”. (HR. Abu Daud & dishahihkan di dlm kitab Silsilah Al Ahadits Ash Shahihah)

Sabtu, 21 Juli 2012

Pahala dan Keutamaan Tarawih

Pahala/ Keutamaan Shalat Tarawih - Buka Mata. Berikut diantara pahala dan keutamaan shalat taraweh : 

Malam ke-1
  • Diampuni dosanya, bersih seperti bayi lahir dari kandungan ibunya
Malam ke-2
  • Diampuni dosanya & dosa kedua orang tuanya yg mu’min
Malam ke-3
  • Malaikat memanggil dari bawah ‘Arsy, berseru, “Segeralah kamu beramal, Allah mengampuni dosa-dosamu yg telah lalu”
Malam ke-4
  • Diberi pahala sebanyak pahala membaca Taurat, Injil, Zabur & Al Qur’an
Malam ke-5
  • Diberi pahala sebanyak pahala shalat di Masjidil Haram, Masjid Nabawi & Masjidil Aqsha
Malam ke-6
  • Diberi pahala sebanyak pahala thawaf di Baitul Makmur (tempat thawafnya malaikat), setiap batu-batuan & tanah liat beristighfar untuknya
Malam ke-7
  • Seolah-olah bertemu dgn Nabi Musa AS & berjuang bersama melawan Fir’aun & Haman
Malam ke-8
  • Diberi segala sesuatu sesuatu seperti apa yg pernah diberikan kepada Nabi Ibrahim AS
Malam ke-9
  • Seolah-olah ia beribadah seperti ibadah yg dikerjakan Nabi Muhammad Saw
Malam ke-10
  • Allah memberi kebaikan dunia & akhirat
Malam ke-11
  • Ia akan meninggal dunia dalam keadaan bersih dari dosa seperti bayi baru dilahirkan oleh ibunya
Malam ke-12
  • Wajahnya akan bercahaya seperti bulan purnama di hari kiamat nanti
Malam ke-13
  • Kelak di hari kiamat ia akan aman dari segala kejahatan
Malam ke-14
  • Dibebaskan dari hisab & para malaikat memberikan kesaksian atas ibadah tarawihnya
Malam ke-15
  • Bershalawatlah kepadanya segenap malaikat, penanggung ‘ Arsy & Kursi Allah
Malam ke-16
  • Dibebaskan dari siksa api neraka & dibebaskan masuk ke surga
Malam ke-17
  • Diberi pahala seperti yg diterima para Nabi
Malam ke-18
  • Malaikat memanggilnya; “Wahai Hamba Allah, engkau & kedua orang tuamu telah diridloi Allah Swt”
Malam ke-19
  • Derajatnya ditinggikan di surga Firdaus
Malam ke-20
  • Diberi pahala seperti pahalanya syuhada & shalihin (orang-orang shalih)
Malam ke-21
  • Dibuatkan gedung dari cahaya (nur) di surga
Malam ke-22
  • Kelak di hari kiamat akan aman dari bencana yg menyedihkan & menggelisahkan
Malam ke-23
  • Dibangunkan sebuah kota di dalam surga
Malam ke-24
  • Sebanyak 24 doa yg ia panjatkan akan dikabulkan Allah Swt.
Malam ke-25
  • Dibebaskan dari siksa kubur
Malam ke-26
  • Pahala baginya ditingkatkan selama 40 tahun
Malam ke-27
  • Melintasi Shirathal Mustaqiem seperti kilat menyambar
Malam ke-28
  • Ditinggikan derajatnya sampai 1000 tingkat di surga kelak
Malam ke-29
  • Diberi pahala sebanyak pahala 1000 haji mabrur
Malam ke-30
  • Akan diseru Allah Swt dalam Firman-Nya: “Wahai hamba-Ku, silakan makan buah-buahan surga, mandi dari mata air salsabil, & minumlah dari Telaga Kautsar. Akulah Tuhanmu & kamu adalah hamba-Ku”

Shalat Witir

Niat Sholat Witir

Niat Sholat Witir - Buka Mata. Semoga artikel " Niat Shalat Witir " bermanfaat.


Shalat witir I
Jadi Imam

  أُصَلِّي سُنَّةَ الْوِتْرِ رَكْعَتَيْنِ اِمَامًا للهِ تَعَال

Jadi makmum

 أُصَلِّي سُنَّةَ الْوِتْرِ رَكْعَتَيْنِ مَأْمُوْمًا للهِ تَعَال

" Saya berniat shalat witir dua rakaat jadi imam/makmum karena Allah Ta’ala "

Niat Sholat Witir

Niat Sholat Witir - Buka Mata. Semoga artikel " Niat Shalat Witir " bermanfaat.

Shalat witir I
Jadi Imam

  أُصَلِّي سُنَّةَ الْوِتْرِ رَكْعَتَيْنِ اِمَامًا للهِ تَعَال

Jadi makmum

 أُصَلِّي سُنَّةَ الْوِتْرِ رَكْعَتَيْنِ مَأْمُوْمًا للهِ تَعَال

" Saya berniat shalat witir dua rakaat jadi imam/makmum karena Allah Ta’ala "


Shalat witir II
Jadi Imam

 أُصَلِّي سُنَّةً الْوِتْرِ رَكْعَةَ اِمَامًا للهِ تَعَالى

Jadi makmum

  أُصَلِّي سُنَّةً الْوِتْرِ رَكْعَةَ مَأْمُوْمًا للهِ تَعَالى
" Saya berniat shalat satu rakaat witir jadi imam/makmum karena Allah Ta’ala "

Doa Setelah Sholat Tarawih

Doa Setelah Sholat Tarawih - Buka Mata. Berikut adalah Doa Setelah Sholat Tarawih



اَللَّهُمَّ اجْعَلْناَ بِالْإِيْمَانِ كَامِلِيْنْ، وَلِلْفَرَآئِضِ مُؤَدِّيْنَ، وَلِلصَّلَاةِ حَافِظِيْنَ، وَلِلزَّكاَةِفَاعِلِيْنَ، وَلَمَاعِنْدَكَ طَالِبِيْنَ، وَلِعَفْوِكَ رَاجِيْنَ، وَبِالْهُدَى مُتَمَسِّكِيْنَ، وَعَنِ اللَّغْوِ مُعْرِضِيْنَ، وَفِى الدُّنْيَا زَاهِدِيْنَ، وَفِى الْأَخِرَةِ رَاغِبِيْنَ، وَبِالْقَضَآءِ رَاضِيْنَ، وَلِلنَّعْمَآءِ شَاكِرِيْنَ، وَعَلَى الْبَلَآءِ صَابِرِيْنَ، وَتَحْتَ لِوَآءِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَوْمَ الْقِيَامَةِ سَآئِرِيْنَ، وَاِلَى الْحَوْضِ وَارِدِيْنَ، وَاِلَى الْجَنَّةِ دَاخِلِيْنَ، وَمِنَ النَّارِ نَاجِيْنَ، وَعَلَى سَرِيْرِ الْكَرَامَةِ قَاعِدِيْنَ، وَمِنْ حُوْرٍ عِيْنٍ مُتَزَوِّجِيْنَ، وَمِنْ سُنْدُسٍ وَاِسْتَبْرَقٍ وَدِيْبَاجٍ مُتَلَبِّسِيْنَ، وَمِنْ طَعَامِ الْجَنَّةِ آَكِلِيْنَ، وَمِنْ لَبَنٍ وَعَسَلٍ مُصَفَّى شَارِبِيْنَ، بِأَكْوَابٍ وَاَبَارِيْقَ وَكَأْسٍ مَنْ مَعِيْنٍ، مَعَ الَّذِيْنَ اَنْعَمْتَ عَلَيْهِمْ مِنَ النَّبِيِّيْنَ وَالصِّدِّيْقِيْنَ وَالشُّهَدَآءِ وَالصَّالِحِيْنَ، وَحَسُنَ أُوْلَئِكَ رَفِيْقًا، ذَلِكَ الْفَضْلُ مِنَ اللهِ وَكَفَى بِاللهِ عَلِيْمًا. اَللَّهُمَّ اجْعَلْنَا فِى هَذَا الشَّهْرِ الشَّرِيْفَةِ الْمُبَارَكَةِ مِنَ السُّعَدَآءِ الْمَقْبُوْلِيْنَ، وَلاَ تَجْعَلْنَا مِنَ اْلأَشْقِيَآءِ الْمَرْدُوْدِيْنَ. وَصَلَّى اللهُ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَأَلِهِ وَصَحْبِهِ اَجْمَعِيْنَ، بِرَحْمَتِكَ يَآاَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ

Artinya: Ya Allah, jadikanlah kami orang-orang yang sempurna imannya, yang melaksanakan kewajiban- kewajiban terhadap-Mu, yang memelihara shalat, yang mengeluarkan zakat, yang mencari apa yang ada di sisi-Mu, yang mengharapkan ampunan-Mu, yang berpegang pada petunjuk, yang berpaling dari kebatilan, yang zuhud di dunia, yang menyenangi akherat , yang ridha dengan ketentuan, yang ber¬syukur atas nikmat yang diberikan, yang sabar atas segala musibah, yang berada di bawah panji-panji junjungan kami, Nabi Muhammad, pada hari kiamat, sampai kepada telaga (yakni telaga Nabi Muhammad) yang masuk ke dalam surga, yang duduk di atas dipan kemuliaan, yang menikah de¬ngan para bidadari, yang mengenakan berbagai sutra ,yang makan makanan surga, yang minum susu dan madu yang murni dengan gelas, cangkir, dan cawan bersama orang-orang yang Engkau beri nikmat dari para nabi, shiddiqin, syuhada dan orang-orang shalih. Mereka itulah teman yang terbaik. Itulah keutamaan (anugerah) dari Allah, dan cukuplah bahwa Allah Maha Mengetahui.
doa setelah shalat tarawih

Ya Allah, jadikanlah kami pada malam yang mulia dan diberkahi ini tergolong orang-orang yang bahagia dan diterima amalnya, dan janganlah Engkau jadikan kami tergolong orang-orang yang celaka dan ditolak amalnya,

Semoga Allah mencurahkan rahmat-Nya atas penghulu kita Muhammad, keluarga beliau dan shahabat beliau semuanya, berkat rahmat-Mu, oh Tuhan, Yang Paling Penyayang di antara yang penyayang.
Segala puji bagi Allah Tuhan semesta alam

Niat Sholat Tarawih

Niat Sholat Tarawih - Buka Mata. Berikut adalah niat shalat tarawih

 Niat untuk imam:

 أُصَلِّى سُنَّةَ التَّرَاوِيْحِ رَكْعَتَيْنِ مُسْتَقْبِلَ القِبْلَةِ اِمَامًا ِللهِ تَََََعَالَى

"Aku niat Salat Tarawih dua rakaat menjadi imam karena Allah Ta'ala"


Niat untuk makmum:

 أُصَلِّى سُنَّةَ التَّرَاوِيْحِ رَكْعَتَيْنِ مُسْتَقْبِلَ القِبْلَةِ مَأْمُوْمًا ِللهِ تَََََعَالَى
"Aku niat Salat Tarawih dua rakaat menjadi makmum karena Allah Ta'ala"

Shalat Tarawih

Shalat Tarawih - Buka Mata. Shalat Tarawih (kadang-kadang disebut teraweh atau taraweh) adalah shalat sunat yg dilakukan khusus hanya pada bulan ramadan. Tarawih dalam bahasa Arab adalah bentuk jama’ dari تَرْوِيْحَةٌ yang diartikan sebagai "waktu sesaat untuk istirahat". Waktu pelaksanaan shalat sunat tarawih adalah setelah isya', biasanya dilakukan secara berjama'ah di masjid. Fakta menarik tentang salat ini ialah bahwa Nabi Muhammad SAW, hanya dilakukannya secara berjama'ah dalam 3 kali saja & tidak melanjutkan pd malam-malam berikutnya karena takut hal itu akan menjadi diwajibkan kepada umat muslim.





Raka'at Salat Tarawih

Raka'at Salat Tarawih - Buka Mata. Madzhab Maliki, Syafi'I & Hanbali melaksanakan shoalt Tarawih dengan 20 rakaat. Imam Nawawi dlm al-Majmu' menjelaskan bahwa landasan yg digunakan adalah riwayat sahih dari Saib bin Yazid yg mengatakan bahwa sholat Tarawih pada zaman Umar r.a. dilaksanakan 20 rakaat. Madzhab Maliki melaksanakan sebanyak 39 rakaat sesuai riwayat ahli Madinah. Sebagaimana diketahui madzhab Maliki menganggap tindakan ahli Madinah merupakan dalil yg bisa dijadikan landasan. >> klik untuk melanjutkan...



Etika Shalat Tarawih

Etika Shalat Tarawih - Buka Mata. Setelah seharian puasa, maka malamnya dilanjutkan dengan melaksanakan shalat tarawih. Adapun etika shalat terawih adalah sebagai berikut
  • Berjamaah di masjid, disunahkan utk semua kalangan laki-laki & perempuan. Bagi kaum lelaki disunahkan menggunakan pakaian yg rapi & bersih ketika ke masjid, sambil memakai wangi-wangian. Kaum perempuan sebaiknya juga menggunakan pakaian yg rapi, menutupi aurat (aurat wanita di luar rumah adalah hanya muka & telapak tangan yg boleh kelihatan), berjilbab, tidak menggunakan wangi-wangian & make up. Kaum perempuan juga menjaga suara & tindakan agar sesuai dengan etika Islami selama berangkat ke masjid & di dlm masjid. >> klik untuk melanjutkan...


Niat Sholat Tarawih 

Niat Sholat Tarawih - Buka Mata. Berikut adalah niat shalat tarawih


 Niat untuk imam:

أُصَلِّى سُنَّةَ التَّرَاوِيْحِ رَكْعَتَيْنِ مُسْتَقْبِلَ القِبْلَةِ اِمَامًا ِللهِ تَََََعَالَى
  
>> klik untuk melanjutkan...

Doa Setelah Sholat Tarawih

Doa Setelah Sholat Tarawih - Buka Mata. Berikut adalah Doa Setelah Sholat Tarawih




اَللَّهُمَّ اجْعَلْناَ بِالْإِيْمَانِ كَامِلِيْنْ، وَلِلْفَرَآئِضِ مُؤَدِّيْنَ، وَلِلصَّلَاةِ حَافِظِيْنَ، وَلِلزَّكاَةِفَاعِلِيْنَ، وَلَمَاعِنْدَكَ طَالِبِيْنَ، وَلِعَفْوِكَ رَاجِيْنَ، وَبِالْهُدَى مُتَمَسِّكِيْنَ، وَعَنِ اللَّغْوِ مُعْرِضِيْنَ، وَفِى الدُّنْيَا زَاهِدِيْنَ، وَفِى الْأَخِرَةِ رَاغِبِيْنَ، وَبِالْقَضَآءِ رَاضِيْنَ، وَلِلنَّعْمَآءِ شَاكِرِيْنَ، وَعَلَى الْبَلَآءِ صَابِرِيْنَ، وَتَحْتَ لِوَآءِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَوْمَ الْقِيَامَةِ سَآئِرِيْنَ، وَاِلَى الْحَوْضِ وَارِدِيْنَ، وَاِلَى الْجَنَّةِ دَاخِلِيْنَ، وَمِنَ النَّارِ نَاجِيْنَ، وَعَلَى سَرِيْرِ الْكَرَامَةِ قَاعِدِيْنَ، وَمِنْ حُوْرٍ عِيْنٍ مُتَزَوِّجِيْنَ، وَمِنْ سُنْدُسٍ وَاِسْتَبْرَقٍ وَدِيْبَاجٍ مُتَلَبِّسِيْنَ، وَمِنْ طَعَامِ الْجَنَّةِ آَكِلِيْنَ، وَمِنْ لَبَنٍ وَعَسَلٍ مُصَفَّى شَارِبِيْنَ، بِأَكْوَابٍ وَاَبَارِيْقَ وَكَأْسٍ مَنْ مَعِيْنٍ، مَعَ الَّذِيْنَ اَنْعَمْتَ عَلَيْهِمْ مِنَ النَّبِيِّيْنَ وَالصِّدِّيْقِيْنَ وَالشُّهَدَآءِ وَالصَّالِحِيْنَ، وَحَسُنَ أُوْلَئِكَ رَفِيْقًا، ذَلِكَ الْفَضْلُ مِنَ اللهِ وَكَفَى بِاللهِ عَلِيْمًا. اَللَّهُمَّ اجْعَلْنَا فِى هَذَا الشَّهْرِ الشَّرِيْفَةِ الْمُبَارَكَةِ مِنَ السُّعَدَآءِ الْمَقْبُوْلِيْنَ، وَلاَ تَجْعَلْنَا مِنَ اْلأَشْقِيَآءِ الْمَرْدُوْدِيْنَ. وَصَلَّى اللهُ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَأَلِهِ وَصَحْبِهِ اَجْمَعِيْنَ، بِرَحْمَتِكَ يَآاَرْحَمَ الرَّاحِمِيْن


Pahala dan Keutamaan Tarawih

Pahala/ Keutamaan Shalat Tarawih - Buka Mata. Berikut diantara pahala dan keutamaan shalat taraweh : 
Malam ke-1
  • Diampuni dosanya, bersih seperti bayi lahir dari kandungan ibunya
Malam ke-2



AMALAN DI BULAN SUCI RAMADHAN

AMALAN - AMALAN DI BULAN SUCI RAMADHAN – BUKA MATA. Berikut adalah amalan di bulan suci ramadhan yg dianjurkan.

1. Mendirikan shalat lima waktu
Karena Shalat adalah rukun Islam kedua, siapa yg berpuasa tetapi tdk shalat maka puasanya tdk akan memberi manfaat sedikitpun kepadanya.
 
عَنْ جَابِر بْن عَبْدِ اللَّهِ رضي الله عنهما يَقُولُ سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- يَقُولُ « بَيْنَ الرَّجُلِ وَبَيْنَ الشِّرْكِ وَالْكُفْرِ تَرْكُ الصَّلاَةِ ».
  klik untuk melanjutkan...

 


Keutamaan Puasa Ramadhan

Keutamaan Puasa Ramadhan – Buka Mata. Berikut ini merupakan Keutamaan Bulan Ramadhan.Semoga artikel yg berjudul “ Keutamaan Puasa Ramadhan “ bermanfaat.

Pertama, Allah memberikan keistimewaan kpd umat yg berpuasa dengan menyediakan satu pintu khusus di surga yg dinamai Al Rayyan. Pintu surga Al Rayyan ini hanya disediakan bagi umat yg berpuasa. Kata Nabi dlm satu haditsnya,  klik untuk melanjutkan...
 


Lailatul Qadar

Lailatul Qadar - Buka Mata. Lailatul Qadar diartikan sebagai "Malam kemuliaan yg lebih baik dari seribu bulan (83,3 Tahun)". Lailah" berarti malam. Sedangkan kata "al-Qodar" mempunyai beberapa arti :
1. Al-Qodaru yg berarti Atta'dzim(التعظيم) : kemuliaan, atau keagungan
Dikatakan sebagai malam yg dimuliakan karena beberapa hal :
  • Turunnya Al-Qur'an pada malam itu yg diiringi dgn turunnya para Malaikat.
  • Turunnya berkah, rahmah, & magfirah (ampunan)
  • Atau karena orang yg menghidupkan malam itu dgn ibadah akan menjadi orang yg mulia. klik untuk melanjutkan...



Tanda-Tanda Lailatul Qadar

Tanda-Tanda Lailatul Qadar – Buka Mata. Semoga artikel yang berjudul " Tanda-Tanda Lailatul Qadar " bermanfaat. Tanda-Tanda Lailatul Qadar telah dijelaskan oleh Rasulullah dalam beberapa riwayat berikut :

Sebagaimana dikatakan oleh Ubay bin Ka’b pada hadits, beliau berkata:
klik untuk melanjutkan...