Tampilkan postingan dengan label burung murai batu. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label burung murai batu. Tampilkan semua postingan

Jumat, 15 Juni 2012

Ciri dan Karakter Burung Murai Batu Daerah Pesisir, Pegunungan & Ngarai




A. Murai Batu Kawasan pesisir
  • Memiliki postur yg ramping, ekor sedang namun sebagian besar tdk memiliki ekor putih, suaranya isian alam agak kurang karena hidupnya di daerah pesisir, memiliki temperamen & mental yg sangat bagus mungkin ini yg menyebabkan lebih mudah beradaptasi dgn manusia & lebih cepat bunyi. Biasanya Murai Batu yg berasal dr kawasan pesisir tdk terlalu besar, & bulu dada yg kurang tebal, tetapi memiliki fisik yg lebih lincah & kuat
B. Murai Batu kawasan pegunungan
  • Memiliki postur rata-rata jumbo & ekor bervariasi, namun Murai Batu dr kawasan ini terkenal galak & ganas, isian alam Murai Batu daerah ini luar biasa apalagi kalau bisa mendapatkan yg muda hutan untuk dimaster. Isian alam Murai Batu kawasan hutan lebat biasanya hampir semua suara yg ada di hutan, ada suara burung-burung hutan, jangkrik hutan, siamang, monyet & suara-suara aneh.
  • Namun dgn kondisi sekarang ini dgn maraknya penebangan hutan scr liar serta perburuan yg merajalela. Banyak Murai Batu yg bermigrasi dr wilayah yg satu ke wilayah lainnya, maka tdk bisa kita mengatakan kalau MB yg ekor hitam hanya ada disatu wilayah saja. Kelebihan Murai Batu dr daerah pegunungan yaitu banyak isian alamnya..Kekurangannya sedikit liar karena jarang berjumpa dgn manusia & agak susah makan makanan instan (voer) .Ciri fisik biasanya Murai Batu dr daerah ini badannya besar, karena tersedianya makanan yg melimpah & air serta lingkungan/habitat tempat tinggal.
C. Murai Batu kawasan air terjun/ngarai
  • Memiliki karakter yg tenang & pandangan yg teduh, memiliki suara alam yg khas  yaitu menderu & mendesir, posturnya rata-rata ramping & warna bulunya agak pudar/tdk mengkilap. Biasanya sebelum bunyi ada intronya dulu.

Tips Membedakan Jenis Kelamin Jantan dan Betina Pada Anakan Murai Batu

Tips Membedakan Jenis Kelamin Jantan dan Betina Pada Anakan Murai Batu - Buka Mata. Membedakan jantan atau betina pada anakan murai batu, memang sulit dalam membedakanya. Banyak pendapat atau pedoman dalam membedakan jenis kelamin burung murai batu antara lain:

A. Murai anakan jantan
  • Bentuk kepala lebih lebar dan besar
  • Bentuk paruh lebih tebel dan lebih panjang , kalo kita lihat dari atas pangkal paruhnyapun lebih lebar
  • Bulu warna hitam lebih legam dan mengkilat, bulu dada lebih berwarna kuning yang tegas, garis hitam di bagian leher berwarna  hitam legam
  • Badan lebih bongsor dan besar
  • Dari suara pada saat dia lapar masih dalam kondisi di loloh suaranya lebih ngebas atau lebih besar dan bergelombang

B. Murai anakan betina
  • Bentuk kepala lebih kecil
  • Bentuk paruh lebih tipis dan lancip kalo di lihat dari atas kepalanya
  • Bulu warna hitamnya lebih  keabu-abuan, bulu dada cenderung lebih putih tidak kuning legam, garis hitam di  leher berwarna hitam keabu-abuan
  • Badan lebih kecil
  • Dari suara saat lapar lebih kecil/cempreng

Pemasteran Suara Burung Murai Batu

Pemasteran Suara Burung Murai Batu - Buka Mata. Pemasteran suara untuk burung murai batu sangatlah penting atau wajib dilakukan, karena pemberian rekaman suara akan menjadikan murai batu yg kita punya pada katagori burung yg mempunyai berkualitas yg akan diikutkan dlm kontes perlombaan, Pemasteran murai batu hendaklah di lakukan sejak dini, apabila kita memilih untuk mencetak murai batu dari murai hasil ternakan maka sejak dari anakan umur 10 hari ke atas harus menyiapkan bahan pemasteran,  pemasteran tentunya lebih bagus menggunakan jenis burung yg dasar suaranya menonjolkan tembakan yg rapat.

Jenis-jenis burung yg bisa kita gunakan untuk bahan pemasteran antara lain adalah:

Burung Love Bird














Burung Cililin



Burung Ciblek




















Burung Jalah Suren














Burung Tengkek


















Burung Gereja



Selain burung kita juga bisa memanfaatkan suara hewan lain untuk proses pemasteran ini antara lai suara belalang (walang kerek) & suara jangkrik alam.

Terkadang kita merasa berat untuk mendapatkan burung yg bisa di gunakan untuk pemasteran, disamping harga dari burung itu sendiri yg mahal juga proses pemeliharaan yg memakan waktu juga, tapi sekarang bisa menggunakan alat elektronik yg bisa menampilkan banyak jenis suara-suara burung  yg bisa kita gunakan untuk memasteri murai batu

Pemasteran dilakukan secara rutin setiap hari, terutama saat sedang diistirahatkan, sebab pada saat burung istirahat akan lebih mudah burung itu menangkap suara-suara master.

Tips Merawat Anakan Murai Batu

Tips Merawat Anakan Murai Batu - Buka Mata. Umur murai batu yg masih satu bulan tentunya pakan yg baik di gunakan adalah pakan alami berupa kroto ataupun jangkrik, karena sangat di butuhkan utk pembentukan badan & bulu – bulunya utk itulah perlu kita membiasakan anakan murai batu mulai dari umur sebulan dengan memperkenalkan pakan tambahan tersebut dengan cara sbb:
  • Tumbuklah voor sampai halus
  • Campurkan pakan alami berupa kroto
  • Aduhlah campuran tadi sampai merata
  • Berikan campuran tadi secara kering 
  • Berikan campuran tadi cukup utk satu hari saja
Berikan cukup satu bulan mulai umur dua bulan kita bisa memisahkan pakan tersebut sendiri-sendiri voor pd wadah sendiri sedangkan kroto pd wadah sendiri pula.


Perawatan harian yaitu:
  • Perawatan  harian utk anakan murai di umur satu bulan cukup dengan menjemur pagi hari selama 30 menit saja.
  • Mandi : cukup siapkan wadah air yg besar & masukan ke dlm kurungan biarkan anakan tersebut mandi sendiri sampai  puas. Anakan murai batu pd umur satu bulan masih rentan kalau kita memaksan mandi atau menyemprotkan air secara berlebih. Mulai umur 3 bulan ke atas kita bisa melatih anakan tersebut mandi di karamba, utk melatih anakan utk masuk kedlm karamba memang susah maka kita umtuk pertama kalinya bisa menangkapnya & memasukan ke dlm karamba, ulangi cara tersebut berulang kali sampai anakan ini terbiasa sendiri keluar masuk dari karamba.
  • Setelah mandi kemudian jemur angin-anginkan dulu di luar ruangan yg terlindung dari panas matahari selama minim 20 menit saja setelah itu baru kita masukan dlm rumah.
  • Di dlm rumah kita sudah mempersiapkan burung master yg mendampinginya.

Tips/ Cara Penangkaran Burung Murai Batu

Tips/ Cara Penangkaran Burung Murai Batu - Buka Mata. Untuk dapat bertahan menjadi penangkar murai batu yg produksinya selalu diburu oleh penghobi, harus berusaha utk meningkatkan kualitas produk. Selain diupayakan melalui pencarian indukan di arena lomba, juga bisa dilakukan cross antar jenis murai batu. Murai batu nias terkenal punya tembakan-tembakan yg melengking & kristal, tetapi kurang disukai juri di arena lomba karena ekornya hitam semua. Dengan menyilangkannya dgn murai batu jenis lain, diharapkan akan menghasilkan anakan dgn suara kualitas nias tetapi dgn ada warna putih di ekornya.

Utk memulai penangkaran, tentunya kita sdh harus menyiapkan kandang utk penangkaran. Contoh kandang penangkaran murai batu :


Ket:
A + B = lokasi utk penempatan sarang; dlm satu kandang bisa diberi dua atau tiga tempat supaya burung murai batu memilih sendiri sarangnya.
C = Atap tertutup
D= Atap terbuka (digunakan kawat strimin)
E= Wadah air (utk mandi)
F= Lokasi/wadah pakan/air utk minum
G=Tangkringan
Panjang x lebar x tinggi: Utk murai batu & burung murai batu ukuran sedang, disesuaikan dgn lebar kawat strimin di pasaran sehingga tidak repot mengerjakannya ==> panjang  & lebar = 90 cm; tinggi 180 atau 200 cm.
Bahan kandang penangkaran murai batu dpt terbuat dari apa saja yg penting kuat.
Batas samping kanan, kiri & belakang  =  dinding/ tembok  atau papan yg tahan lama dsb.
Atas = bagian yg tertutup bisa langsung di atasnya adalah genting  dgn semua bagian kandang sdh tertutup kawat strimin.
Tangkringan = kayu asem, kayu jati serutan dll yg penting keras, dgn diameter sekitar 2 – 3 cm.
Papan tempat pakan (F) kayu yg kuat.


Ket:
A. Kawat strimin sehingga burung murai batu bisa terlihat dari luar utk pengecekan.
B. Jendela utk keluar masuk tangan mengganti air minum & pakan.
C. Papan/tembok tertutup
D. Pintu utk keluar masuk  orang.

KOTAK SARANG
Berikut ini adalah kotak sarang, khususnya utk burung murai batu MB. Bahan dari kayu yg kuat:


Kerangka Sarang & Pakan Anti Semut
Utk tempat sarang & juga tempat pakan anti-semut, bisa dibuatkan kerangka tersendiri seperti di bawah ini:

BAHAN PENYUSUN SARANG:
Di dlm kandang juga perlu disiapkan bahan penyusun sarang berupa merang atau daun cemara/pinus. Sebagian dimasukkan ke kotak wadah sarang utk merangsang burung murai batu membikin sarang & sebagian besar lainnya diletakkan di lanyai kandang di tempat yg kering.
Pemilihan indukan & penjodohan
Utk memilih indukan jantan, pilih murai batu yg sehat, tidak cacat fisik & gacor dgn perkiraan usia di atas 2 tahun. Utk betinanya, bisa dipilih yg usia di atas 1 tahun, mulus & sdh mau bunyi jika didekatkan dgn murai batu jantan. Pilihlah jantan & betina yg jinak, (tidak takut lagi dgn manusia). Utk asal murai batu, pilih sesuai keinginan Anda. Bisa asal Lampung, Aceh atau dari manapun.

Intinya, proses penjodohan bisa dilakukan dgn kandang penjodohan, yakni sangkar bersekat yg sekatnya bisa kita ambil sewaktu-waktu. Jika tidak punya sangkar sekat, bisa gunakan sangkar harian biasa. Penjodohan dilakukan dgn selalu menempelkan sangkar si jantan & betina berdempetan. Dgn posisi ini, maka jantan yg sdh birahi pd tahap awal akan selalu berkicau mengarah si betina. Si betina juga akan menanggapi dgn siulan-siulan khas betina. Jika belum mau berjodoh, betina akan menghindar dgn cara menjauh & bersikap cuek. Proses penjodohan ini bisa berlangsung lama atau sebentar tergantung dari kondisi birahi masing-masing. Yg jelas, murai batu betina yg sdh birahi, tanda-tandanya suka menggetar-getarkan sayap & selalu berusaha mendekat ke murai batu jantan.

Utk membuat burung murai batu cepat jodoh, dia biasanya melakukan hal sebagai berikut :
  • Hari pertama diberi EF yg lebih dari biasa, misal jantan betina diberi masing-masing 10 ekor jangkrik & 10 ekor cacing dgn tujuan agar keduanya terpacu birahinya.
  • Hari kedua, jatah jantan tetap & jatah betina dikurangi, misal 10 : 5, hal ini ditujukan utk tetap menjaga birahinya.
  • Hari ketiga jatah jantan ditambah & jatah betina dihilangkan. Tujuannya pd saat si jantan birahi, dia akan memainkan EF di mulutnya, & pd saat yg bersamaan si betina kelaparan karena tidak mendapat jatah makan, sehingga si betina akan berusaha meminta jatah makan dari si jantan.
Proses ini bisa dilanjutkan utk beberapa hari ke depan. Lamanya tergantung burung murai batu itu sendiri, bisa sehari, 2 hari atau mungkin 1 bulan belum jodoh. Proses penjodohan seperti itu pula yg biasa dilakukan para penangkar. Proses penjodohan ini dilakukan selama hampir sebulan sampai jantan betina mau bercampur tanpa tarung lagi.
Kadang, ada juga penangkar yg langsung memasukkan murai batu jantan & betina dlm satu kandang penangkaran tanpa proses penjodohan terlalu lama. Namun hal ini biasa dilakukan ketika murai batu jantan & betina sama-sama mabung sehingga tidak agresif terhadap pasangan.

Tips dalam perjodohan burung murai batu :
  • Supaya penjodohan lebih mudah, siapkan betina lebih dari 1 ekor, dekatkan dgn pejantan yg telah diseleksi, baik dari kualitas suara, katuranggan maupun prestasinya. Bila sdh ada yg tampak rajin bunyi, ngeleper-ngeleper sayapnya sambil ngeriwik, itu pertanda si betina sdh birahi, pilih betina tersebut, dekatkan dgn pejantan ditempat terpisah selama kurang lebih 3 hari.
  • Masukan ke dlm sangkar bersekat, atau biasanya disebut kandang jodoh, atau bila tidak ada sangkar bersekat boleh juga mengunakan sangkar biasa yg diletakan berhimpitan.
  • Harus dilakukan pengamatan secara rutin, utk memastikan jodoh tidaknya indukan pilihan tersebut.bila sdh terlihat akrab, yakni sering terlihat berhimpitan meski masih dibatasi sekat, baru masukan ke kandang penagkaran.
  • Amati perilaku indukan, amati terus apakah si pejantan sdh benar-benar mau menerima pasangannya. Tanda-tanda penjodohan yg sukses, apabila sepasang indukan sering berduaan, sering kejar-kejaran, tapi bukan saling serang.sebaliknya bila sang jantan mengejar & menghajar betina, maka segera pisahkan kembali pasangan tersebut, karna bila dibiarkan bisa berakibat fatal pd sang betina.
  • Lakukan penjodohan alternatif, ulangi kembali penjodohan dari tahap pertama selama 1 minggu, kemudian masukan betina kedlm sangkar kecil & masukan kedlm kandang besar, sementara itu biarkan sang pejantan bebas di dlm kandang penangkaran & merasa lebih berkuasa, langkah ini juga bertujuan mengurangi birahi pejantan.
  • Ganti pasangan bila tidak mau jodoh, ini merupakan alternatif terakhir & mutlak dilakukan, yakni bila pasangan tersebut tetap tidak bisa jodoh, ganti betina dgn betina baru. Lakukan langkah-langkah penjodohan mulai dari awal sambil diamati perkembangannya.
Utk pakan burung murai batu murai batu bisa saja diberikan dgn pola standar berupa voer, serangga, kroto & juga cacing. Namun demikian pemberian pakan utk burung murai batu penangkaran harus lebih banyak porsinya ketimbang burung murai batu utk peliharaan harian.

Pemberian asupan yg tidak seimbang justru akan memperlama proses produksi. Penggunaan voer utk ayam broiler misalnya, memang meningkatkan jumlah protein, tetapi pd saat yg sama jumlah lemaknya pun banyak. Padahal, burung murai batu penangkaran yg kegemukan, akan sulit bereproduksi dgn baik. Begitu juga dgn voer yg biasa digunakan utk burung murai batu kicau harian, secara umum sdh baik, namun kandungan mineralnya seringkali tidak bisa kita pastikan karena banyak voer yg dijual tanpa disertai keterangan komposisi isi yg memadai. Dlm kaitan inilah saya menyarankan ke beberapa penangkar utk memberikan multi vitamin dgn komposisi yg pas utk burung.

Multivitamin yg bagus setidaknya mengandung vitamin utama, yakni A, D3, E, B1, B2, B3 (Nicotimanide) B6, B12, C & K3; zat esensial seperti D-L Methionine, I-Lisin HCl, Folic Acid (salah satu bentuk dari Vitamin B) & Ca-D Pantothenate.

Penangkaran membutuhkan mineral yg komplit & seimbang. Unsur Ca & K misalnya, harus benar-benar tercukupi sehingga proses pembuatan cangkang telur bisa berlangsung dgn baik. Lebih dari itu, kekurangan mineral pd burung murai batu akan menyebabkan beberapa kendala dlm penangkaran, antara lain bulu lemah, tidak mulus, kusam; terkena rachitis (tulang-tulang lembek, bengkok & abnormal); paralysa (lumpuh); perosis (tumit bengkak); anak burung murai batu mati setelah menetas; mengalami urat keting (tendo); terlepas sendinya, tercerai (luxatio); paruh meleset, kekurangan darah sehingga pucat & lemah; tidak juga segera bertelur, telur kosong, produktivitas rendah, & daya tetas rendah, serta kematian embrio tinggi 

Mengeram
Murai batu membutuhkan lingkungan yg tenang, harus terbebas dari gangguan predator (kucing, tikus dll). Sementara utk menghindarkan burung murai batu dari serangan penyakit yg berasal dari parasit, maka kita harus memastikan kandang yg relatif bebas parsit & serangga pengganggu seperti semut & kecoak.
Parasit pengganggu burung murai batu di penangkaran ada macam-macam. Jika tidak ditangani secara serius, maka akan menyebabkan betina tidak nyaman dlm mengeram. Akibatnya, burung murai batu tidak tenang & selalu turun dari sarang. Jika ini berulang terjadi, maka dipastikan telur tidak bisa menetas karena tidak mendapatkan suhu pengeraman yg stabil. Gangguan parasit juga menyebabkan indukan berlaku agresif & bisa mengobrak-abrik sarang, makan telur sendiri, & lain-lain.
Selama masa mengeram, ekstra fooding perlu dikurangi dgn tujuan agar kedua burung murai batu tidak naik birahinya yg juga sering menyebabkan mereka berlaku agresif baik terhadap pasangan amupun terhadap telur yg sedang dierami. Setelah usia pengeraman 14 hari, maka telur burung murai batu murai batu akan menetas. Utk mengantisipasi masa menetas, maka mulai hari ke-12 pengeraman, perlu meningkatkan jumlah ekstra fooding & menyediakan kroto sebagai pakan pertama yg akan diberikan indukan kepada anakan.
Anakan murai batu bisa letakkan di wadah apa saja yg penting ada landasan dgn bahan yg sama dgn yg dibuat utk membuat sarang di kandang penangkaran. Utk landasan teratas bisa kita beri kapas agar lembut & tidak melukai anakan burung. Anakan di wadah khusus itu kemudian bisa Anda letakkan di dlm kotak kayu atau kotak apa saja, dgn diberi lampu penghangat.
Sedangkan utk pakan anakan murai batu yg diambil pd usia 5-10 hari, bisa menyiapkan kroto yg benar-benar bersih dari kotoran & bangkai semut. Suapkan perlan-pelan dgn alat suap yg bisa Anda buat seperti penjepit yg terbuat dari bambu. Atau Anda bisa membuat dgn bentuk apapun yg penting bisa utk menyuapkan kroto ke paruh burung murai batu anakan. Kroto yg akan Anda berikan, perlu ditetes air sedikit sehingga memudahkan burung murai batu anakan utk menelannya.
Utk burung-burung murai batu di atas usia 7 hari, Anda juga bisa memberikan kroto yg dicampur dgn adonan voer. Utk memastikan kecukupan vitamin & mineral anakan burung. Anakan burung murai batu pd usia 15 hari ke atas,  sdh bisa mulai memberikan jangkrik kecil yg dibersihkan kaki-kakinya, & dipencet kepalanya. Atau kalau utk pemberian di masa-masa awal, jangan disertakan kaki & kepalanya. Lebih baik lagi kalau Anda bisa memberikan jangkrik yg sedang mabung, yakni masih lembut & berwarna putih.
Ketika anakan burung murai batu sdh mulai meloncat-loncat kuat di dlm box sarang, bisa memindahkannya ke dlm sangkar gantung. Dasar sangkar gantung tetap diberi landasan bahan yg sama dgn bahan pembuat sarang. Tujuannya adalah mencegah kaki burung murai batu anakan cedera. Sementara utk tangkringan harus dibuat bertingkat agar burung murai batu juga belajar meloncat antar tangkringan.
Utk manajemen indukan pasca anakan diambil, Anda bisa menyetting pakan utk indukan seperti pd masa pasca penjodohan. Setelah anakan diambil, biasanya 7-10 hari setelahnya, betina mulai bertelur lagi. Hal ini berulang terus & akan mengalami perubahan ketika burung murai batu mengalami rontok bulunya.

Kamis, 14 Juni 2012

Tips Cara Merawat Bulu Burung Murai Batu

Tips Cara Merawat Bulu Burung Murai Batu - Buka Mata. Berikut Tips/ Cara Merawat Bulu Burung Murai Batu :
  • Menyingkirkan segala kutu, mikroba pengganggu & parasit lainnya.
  • Memastikan tidak satu pun dari burung murai batu menjadi pembawa virus bibit penyakit
  • Memberi gizi yg cukup selama burung murai batu meranggas/mabung dgn pakan yg bagus. Hanya saja perlu diingat bahwa pakan yg bagus bukan berarti pakan yg banyak, sebab terlalu banyak pakan yg hanya mengandung karbohidrat misalnya, hanya akan membuat burung murai batu kekurangan gizi meski secara fisik terlihat gemuk.

Tips Merawat Burung Murai Batu Mabung (Rontok Bulu)

TipsMerawat Burung Murai Batu Mabung (Rontok Bulu) - Buka Mata. Saat masa mabung, metabolisme tubuh burung Murai Batu meningkat hampir 40% dari kondisi normal, sehingga burung murai batu butuh asupan nutrisi yg berkualitas baik dgn porsi lebih besar dari kondisi normal. Hindari mempertemukan burung murai batu dgn burung murai batu sejenis, karena akan membuat proses mabung menjadi terganggu. Proses mabung berhubungan dgn hormon reproduksi.

Masa mabung (moulting) merupakan masa yg sangat menuntut perhatian penghobi burung. Bulu yg hilang & digantikan selama masa mabung atau meranggas ini menyerap 25% dari total protein yg ada di dlm tubuh burung. Inilah mengapa selama masa mabung perlu ditambahkan juga protein sebesar seperempat total protein dlm tubuh burung.

Bulu-bulu & selongsong bulu terdiri atas lebih dari 90% protein, khususnya protein yg disebut keratins. Protein bulu berbeda dgn protein pd tubuh & telur serta memerlukan jumlah proporsional yg berbeda atas asam amino (pembangun sel atau blok protein). Burung murai batu harus mengonsumsi makanan dgn kandungan asam amino jenis ini kemudian menyerap & disimpan sebagai protein (keratin) khusus bagi keperluan pertumbuhan bulu. Proses ini sangat penting bagi burung murai batu & tubuh burung murai batu harus bekerja ekstra untuk mendapatkan gizi yg cukup untuk membentuk bulu.

Di saat burung murai batu mabung memerlukan energi yg besar untuk memproduksi bulu baru. Keperluan energi yg diperlukan untuk memenuhi kebutuhan protein, menyebabkan burung murai batu harus mengonsumsi lebih banyak makanan selama meranggas untuk dapat mempertahankan pertumbuhan bulu baru. Energi yg diperlukan burung murai batu selama masa mabung sebesar dua setengah kali lebih banyak dari pada burung murai batu yg sedang memproduksi

Faktor-faktor yg berpengaruh pd masa mabung tidak bisa sepenuhnya dipahami, karena sangat kompleks. Umur burung, musim saat mabung, cuaca harian, kadar hormon & siklus perkembangbiakan, semua menjadi faktor penentu bagi keberhasilan atau kegagalan burung murai batu melewati masa mabung.
Untuk menyediakan protein yg diperlukan untuk peningkatan produksi bulu, maka harus ditingkatkan asam aminonya. Protein seperti itu bisa ditemukan di dlm daging hewan. Daging dapat diberikan kepd kebanyakan burung murai batu yg sedang mabung dlm jumlah kecil plus pemberian suplemen makanan yg baik. Suplemen multivitamin & multi mineral yg baik seharusnya mengandung berbagai vitamin & mineral serta asam amino untuk memungkinkan tumbuhnya bulu secara normal.

Burung Murai Batu

Berikut adalah artikel yang berhubungan dengan Burung Murai Batu di blog Buka Mata antara lain:

 Ciri dan Karakter Burung Murai Batu Daerah Pesisir, Pegunungan & Ngarai
> Tips Merawat Anakan Murai Batu
> Tips/ Cara Penangkaran Burung Murai Batu
> Tips Cara Merawat Bulu Burung Murai Batu
> Tips Merawat Burung Murai Batu Mabung (Rontok Bulu)
> Tips/ Cara Memilih Burung Murai Batu Bakalan Yang Berkualitas/ Bagus
> Tips/ Cara Membedakan Murai Batu Borneo/ Kalimantan dan Sumatera
> Tips Merawat Burung Murai Batu Pasca Perlombaan
> Tips Perawatan Burung Murai Batu Untuk Lomba
> Jenis-Jenis Murai Batu
> Tips/ Cara Mengatasi Murai Batu Yang Drop Kesehatannya
> Tips/ Cara Mengatasi Burung Murai Batu Over Birahi
> Tips/ Cara Merawat Harian Burung Murai Batu
> Jenis Pakan Burung Murai Batu
> Ukuran Ideal Sangkar Murai Batu

Tips Merawat Burung Murai Batu Pasca Perlombaan

Tips Merawat Burung Murai Batu Setelah Perlombaan - Buka Mata. Tujuan Merawat Burung Murai Batu Setelah Perlombaan adalah utk memulihkan stamina & mengembalikan kondisi fisik burung.

Berikut tips-nya
  • Porsi EF dikembalikan ke setelan harian.
  • Berikan multivitamin pd air minum pd H+1 setelah lomba.
  • Sampai H+3 setelah lomba, penjemuran maksimal 30 menit saja.

Tips Perawatan Burung Murai Batu Untuk Lomba

Tips Perawatan Burung Murai Batu Untuk Lomba - Buka Mata. Perawatanburung murai batu untuk lomba sebenarnya tidak jauh berbeda dgn perawatan harian. Tujuanny adalah untuk mempersiapkan burung murai batu agar mempunyai tingkat birahi yg diinginkan & memiliki stamina yg stabil.

Berikut ini perawatan burung murai batu untuk lomba: 
  • H-3 sebelum lomba, jangkrik bisa dinaikkan menjadi 5 ekor pagi & 4 ekor sore. 
  • H-2 sebelum lomba, burung sebaiknya dijemur maksimal 30 menit. 
  • 1 Jam sebelum digantang lomba, burung dimandikan & berikan jangkrik 3-5 ekor & ulat hongkong 4-7 ekor. 
  • Apabila burung akan turun lomba kembali, berikan jangkrik 2 ekor lagi.
Sebaiknya, mulai H-6 burung diisolasi, hindari melihat & mendengar suara burung murai batu yg lain.

Rabu, 13 Juni 2012

Jenis-Jenis Murai Batu

Jenis-jenismurai batu - Buka Mata. Jenis-jenis murai batu yg dikenal di Indonesia:
  • Murai batu medan, Bukit Lawang, Bohorok, kaki G Leuser wilayah Sumatra Utara. Panjang ekor 27 – 30 cm.
  • Murai Aceh, di kaki G Leuser wilayah Aceh. Panjang ekor 25 – 30 cm.
  • Murai batu Nias, panjang ekor 20 – 25 cm. Ekor keseluruhan berwarna hitam.
  • Murai Jambi, hidup di Bengkulu, Sumatra Selatan, Jambi.
  • Murai batu Lampung, hidup di Krakatau, Lampung. Ukuran tubuh lebih besar dari Murai Medan. Panjang ekor 15 – 20 cm.
  • Murai Banjar (Borneo), jenis ini paling populer di Kalimantan, karena sering merajai berbagai lomba di Kalimantan. Penyebaran di Kalimantan Timur & Kalimantan Selatan. Panjang ekor 10 – 12 cm.
  • Murai Palangka (Borneo), panjang ekor 15 – 18 cm. Hidup di Kalimantan Tengah & Kalimantan Barat.
  • Larwo (Murai Jawa), hidup di Jawa Tengah & Jawa Barat. Tubuh jauh lebih kecil dari murai medan. Jenis ini sudah sangat langka ditemukan. Panjang ekor 8 – 10 cm.
Jenis Murai batu masih ada yg berasal dari negeri tetangga, yaitu : 
  • Murai batu Malaysia, wilayah Penang. Ekor tipis & panjang sekitar 30 – 33 cm & postur tubuh lebih besar dari murai medan. 
  • Murai batu Thailand, hidup di perbatasan Thailand & Malaysia, tubuh lebih besar dari murai medan, panjang ekor 32 – 35 cm & warna hitam mengkilat indigo (kebiru-biruan). 
  • Murai batu Philippine, wilayah Luzon & Catanduanes. Jenis ini lebih tepat disebut murai hias, karena memiliki warna tubuh yg sangat indah.
Murai batu serta kerabatnya dikelompokkan dlm beberapa species, sebagai berikut:
  1. Copsychus malabaricus (White Rumped Shama),
  2. Copsychus luzoniensis (White Browed Shama),
  3. Copsychus niger (White Vented Shama)
  4. Copsychus cebuensis (Black Shama).
  5. Trichixos pyrropygus (Orange Tailed Shama / Rufous Tailed Shama) .

Subspecies & penyebarannya

A. Copsychus malabaricus (White Rumped Shama) terdiri dari 19 sub-species:
  1. Copsychus interpositus (Nepal, India, Myanmar, Yunan -China, Thailand & Indochina)
  2. Copsychus stricklandii (Sabah, Kalimantan)
  3. Copsychus andamanensis (Andaman, Nicobar)
  4. Copsychus albiventris (Andaman)
  5. Copsychus indicus (Nepal, Indochina)
  6. Copsychus pellogynus (Myanmar, Peninsular)
  7. Copsychus minor (Hainan-China)
  8. Copsychus mallopercnus (Malaysia)
  9. Copsychus javanus (Jawa Barat & Jawa Tengah)
  10. Copsychus omissus
  11. Copsychus barbouri (Maratua, Kalimantan Timur)
  12. Copsychus leggei (Sri Lanka)
  13. Copsychus malabaricus (India)
  14. Copsychus macrourus (Con Son, Vietnam Selatan)
  15. Copsychus tricolor (Malaysia, Sumatra, Natuna Island & Anamba)
  16. Copsychus melanurus (Sumatra bagian Barat, Enggano)
  17. Copsychus suavis (Sarawak, Kalimantan)
  18. Copsychus mirabilis (Prinsen Island)
  19. Copsychus nigricauda (Kangean Island)
B. Copsychus luzoniensis (White Browed Shama) terdiri dari 4 subspecies, yaitu : 
  • Copsychus luzoniensis (Luzon, Catanduanes) 
  • Copsychus parvimaculatus (Polillo) 
  • Copsychus shemleyi (Marinduque) 
  • Copsychus superciliaris (Masbate, Negros, Panay, Ticao).

C. Copsychus niger (White Vented Shama): Tersebar di Palawan, Calamian, Balabac, Sabang (all in Philippines).

D. Copsychus cebuensis (Black Shama): Hidup di wilayah Cebu Philippines.

E. Trichixos pyrropygus (Orange Tailed Shama / Rufous Tailed Shama): Penyebaran di Way Kambas, Thailand, Malaysia & Borneo.

Tips/ Cara Mengatasi Murai Batu Yang Drop Kesehatannya

Tips/ Cara Mengatasi Murai Batu Yang Drop Kesehatannya - Buka Mata. Berikut adalah Tips Mengatasi/ Menangani Murai Batu Yang Drop Kesehatannya :

  • Tingkatkan porsi pemberian jangkrik menjadi 5 pagi & 5 sore

  • Tingkatkan porsi pemberian koto menjadi 3x seminggu

  • Berikan klabang 2 ekor seminggu sekali

  • Mandi dibuat 2 hari sekal

  • Burung murai batu diisolasi, jangan melihat & mendengar burung murai batu lain

  • Memberi multivitamin

Tips/ Cara Mengatasi Burung Murai Batu Over Birahi

Tips/ Cara Mengatasi Burung Murai Batu Over Birahi - Buka Mata. Ciri-ciri burung murai batu yg birahinya berlebih-over birahi adl: agresif, bulu mengkorok, sayap turun (nglowo) & mematuk ornamen sangkar.
  • Pangkas porsi Jangkrik menjadi 3 pagi & 2 sore

  • Lakukan pengembunan (pukul 05.30-06.00)

  • Berikan cacing 2 ekor 2x seminggu

  • Frekwensi mandi dibuat lebih sering

  • Lamanya penjemuran dikurangi menjadi 30 menit/hari saja

  • Berikan multivitamin untuk menstabilkan kondisi fisik.

Tips/ Cara Merawat Harian Burung Murai Batu

Tips/ Cara Merawat Harian Burung Murai Batu – Buka Mata. Berikut ini Tips/ Cara Merawat Harian Burung Murai Batu sbb
  • Pukul 07.00 burung murai batu diangin-anginkan di teras. Pukul 07.30 burung murai batu dimandikan (karamba mandi atau semprot, tergantung pd kebiasaan burung murai batu).
  • Membersihkan kandang secara harian, ganti atau tambahkan voer & air minum.
  • Memberi jangkrik 4-5 ekor pd cepuk EF. Jangan memberikan jangkrik secara langsung pd burung.
  • Penjemuran dpt dilakukan selama 1-2 jam/hari mulai pukul 08.00-11.00. Selama penjemuran, sebaiknya burung tdk melihat burung sejenis.
  • Kemudian angin-anginkan kembali burung murai batu diteras selama 10 menit, lalu sangkar dikerodong jika akan dilakukan pemasteran. Pengerodongan bersifat tdk mutlak.
  • Siang hari sampai sore (pukul 10.00-15.00) burung dpt dimaster dgn suara master atau burung-burung master.
  • Pukul 15.30 burung murai batu diangin-anginkan kembali diteras, bisa dimandikan jika perlu. Berikan Jangkrik 2 ekor pd cepuk EF.
  • Pukul 18.00 burung murai batu kembali dikerodong & di perdengarkan suara master selama masa istirahat sampai pagi harinya.
tips :
  • Kroto segar diberikan 1 sendok makan maksimal 2x seminggu.
  • Pemberian cacing diberikan 1 ekor 1x seminggu.
  • Pengumbaran di kandang umbaran dpt dilakukan 4 jam perhari selama 4 hari dlm seminggu.
  • Berikan multivitamin yg dicampur pd air minum untuk menjaga kesehatan burung, dua-3 kali sepekan atau sesuai kondisi burung.

Selasa, 12 Juni 2012

Jenis Pakan Burung Murai Batu

Jenis Pakan Burung Murai Batu – Buka Mata. Variatif pakan adalah hal yg utama sehingga terpenuhi akan kecukupan nutrisi, vitamin & mineralnya. Pakan yg bagus, selain lengkap nutrisinya seperti protein, karbohidrat, juga lengkap vitaminnya seperti vitamin A, D3, E, B1, B2, B3 (Nicotimanide) B6, B12, C & K3. Selain itu, perlu pula mengandung zat esensial seperti D-L Methionine, I-Lisin HCl, Folic Acid & Ca-D. Di samping vitamin, perlu juga kecukupan mineral. Mineral dibutuhkan dalam pembentukan darah & tulang, keseimbangan cairan tubuh, fungsi syaraf yg sehat, fungsi sistem pembuluh darah jantung & lain-lain. Seperti vitamin, mineral berfungsi sebagai ko-enzim, memungkinkan tubuh melakukan fungsinya seperti memproduksi tenaga, pertumbuhan & penyembuhan. Yg termasuk mineral adalah Calcium, Phosphor, Iron, Manganase, Iodium, Cuprum, Zinccum, Magnesium, Sodium Chlorin & Kalium.

Berikut adalah jenis pakan burung murai batu yg sesuai adalah 
  • Voer (sebaiknya pilih yg berkadar protein sedang yaitu: 12%-18%). Belum tentu voer yg berharga mahal akan cocok dgn sistem metabolisme setiap burung murai batu. Voer harus selalu tersedia di dalam cepuknya. Selalu ganti dgn voer yg baru setiap dua hari sekali.
  • EF (Extra Fooding), pakan tambahan yg sangat baik buat burung murai batu yaitu: jangkrik, orong-orong, kroto, cacing, ulat hongkong, ulat bambu, kelabang, belalang & lainnya. Pemberian EF harus selalu disesuaikan dgn karakter pada masing-masing burung & juga harus mengetahui dgn pasti dampak klausal dari pemberiannya EF tersebut.

Ukuran Ideal Sangkar Murai Batu

Ukuran Ideal Sangkar Murai Batu - Buka Mata. Sangkar untuk burung murai batu dapat bulat maupun kotak. 


Untuk kotak ukuran 50 x 50 x 75 cm sedangkan untuk bulat dengan diameter 50 cm atau 60 cm tergantung dari jenis murai batu yang kita pelihara, apakah murai batu berekor panjang atau pendek. Sementara tenggeran atau pangkringan dpt dibuat dgn kayu asam diameter 1,3 cm bisa berbentuk palang bersusun atau leter T.

Tips/ Cara Membedakan Murai Batu Borneo/ Kalimantan dan Sumatera

Tips/ Cara Membedakan Murai Batu Borneo/ Kalimantan dan Sumatera - Buka Mata. Berikut ini adalah Tips/ Cara Membedakan Murai Batu Borneo/ Kalimantan dan Sumatera yaitu:

A.   A. Cara membedakan burung murai batu saat berbunyi
  • Kalau dlm kondisi berbunyi, memang mudah membedakannya, yakni dgn melihat pengembangan bulu. Utk murai batu borneo, mengembangkan bulu sampai hampir menyerupai bola yg dimulai dari bulu bawah leher sampai dubur. Sedangkan murai batu Sumatera tdk mengembangkan bulu, atau kalau mengembangkan bulu hanya sebatas perut ke bawah. Jadi burung murai batu Sumatera pun ada yg mengembangkan bulu ketika bernyanyi, tetapi hanya mengembang pada bagian perut ke bawah
 B. Cara membedakan burung murai batu saat tidak bunyi
  • Dapat terlihat dari rona warna coklat di bagian dada sampai dubur. Burung murai batu borneowarna coklatnya cenderung kekuning-kuningan/ cerah. Sedangkan utk murai batu sumatera agak gelap.
  • Utk burung yg masih muda/trotol tetapi panjang ekornya sudah mencapai sekitar 3 cm, bisa dilihat dari jarak antara ujung bulu ekor yg putih dgn yg hitam. Utk burung murai batu borneo, ujung ekor putih dan hitam cederung dekat. Sedangkan murai batu sumatera, cenderung jauh; atau ekor yg berwarna hitam terlihat tumbuh pesat meninggalkan bulu putih.
  • Jarak antara ujung ekor hitam dan putih ini juga bisa utk menandai apakah seekor murai batu berasal dari Kalimantan atau Sumatera ketika dia dlm masa mabung. Pertumbuhan bulu putih dan hitam hampir sama pada murai batu borneo, sedangkan pada murai batu sumatera, bulu hitam lebih pesat tumbuhnya.

Tips/ Cara Memilih Burung Murai Batu Bakalan Yang Berkualitas/ Bagus

Tips Cara Memilih Murai Batu
Tips/ Cara Memilih Burung Murai Batu Bakalan Yang Berkualitas/ Bagus - Buka Mata. Yg dimaksud bakalan disini adalah MURAI BATU (MB) tangkapan hutan yg belum pernah makan voer & harganya murah.

A. Mata Murai Batu
  • Hindari membeli MURAI BATU (MB) yg kelihatan tanda adanya katarak, yaitu selaput berwarna putih pd bola mata. MURAI BATU (MB) yg sdh katarak, resiko menjadi buta sangat tinggi sekali.
B. Kaki Murai Batu
  • Kaki MURAI BATU (MB) berwarna hitam, karena MURAI BATU (MB) yg mempunyai warna hitam pd kakinya, mempunyai mental berani. Tapi , bukan berarti kaki berwarna lain tdk bagus lho...
  • Juga perlu diperhatikan juga hindari memilih MURAI BATU (MB) yg mempunyai kuku kaki bagian belakang (kelingking) berwarna tdk sejenis, yaitu satu hitam satu lagi putih, karena dipercaya sifatnya labil, kadang-kadang hebat kadang-kadang down.
C. Ekor Murai Batu.
  • Sebaiknya mempunyai ekor rapat & tdk terlalu tebal. Ekor yg seperti ini enak dipandang mata, & juga akan membuat MURAI BATU (MB) memainkan ekornya pd saat ditrek. Tetapi kalau bisa hindari membeli MURAI BATU (MB) dgn ekor bercabang atau menggunting karena diyakini mempunyai mental labil. Tidak lupa jg hindari memilih MURAI BATU (MB) yg tdk punya ekor, karena kita tdk tahu bagaimana bentuk & jenis ekor dari MURAI BATU (MB) tsb, jika ekornya sdh tumbuh.
D. Bulu Dada Murai Batu.
  • Sebaiknya memilih MURAI BATU (MB) yg mempunyai bulu dada cenderung berwarna kekuningan, karena  MURAI BATU (MB) bakalan biasanya akan cepat berbunyi & cepat juga jadi.Namun kebayakan MURAI BATU (MB) mempunyai bulu dada berwarna coklat.
E. Usia Murai Batu
  • Jangan pernah menilai usia MURAI BATU (MB) hanya berdasarkan pengamatan pd kaki, ini bisa menipu. Tipsnya perhatikan rongga mulutnya, Jika masih berwarna putih atau sedikit cerah, maka MURAI BATU (MB) tersebut masih muda, jika sdh berwarna hitam berarti MURAI BATU (MB) tsb sdh tua & semakin pekat warna hitamnya, semakin tua usia MURAI BATU (MB) tsb.
  • MURAI BATU (MB) bakalan yg muda mempunyai tanda bulu yg masih berbintik cokelat pada ibagian sayap sebelah luar maupun sayap sebelah dalam.
F. Tingkah Laku Murai Batu.
  • MURAI BATU (MB) bakalan yg saat dipegang menjerit & berusaha mematuk jari tangan , maka sifat dari MURAI BATU (MB) tsb adalah berani.

G. Bentuk paruh 
  • Sebaiknya pilih bentuk paruh yang berpangkal lebar, tebal, besar dan panjang. Paruh bagian bawah harus lurus. Jangan memilih bahan yang memiliki paruh bengkok. Posisi lubang hidung pilih sedekat mungkin dengan posisi mata.
H. Bentuk kepala
  • Pilih yang berbentuk kotak, mata bulat besar dan melotot. Ini menandakan burung ini mempunyai mental tempur yang baik.
I. Postur badan 
  • Pilihlah bahan yang berpostur sedang dengan panjang leher, badan dan ekor serta kaki yang serasi. Jangan memilih bahan yang berleher dan berbadan pendek.
J. Sayap 
  • Sayap mengepit rapat dan kaki mencengkram kuat, ini menandakan bahan tersebut sehat. Warna kaki tidak berpengaruh terhadap mental burung.
L. Lincah dan bernafsu makan besar. Ini merupakan ciri-ciri bahan yang bermental baik.

M. Panjang ekor yang serasi dengan postur badan. Pilihlah bentuk ekor yang sedikit lentur.

N. Leher panjang padat berisi. Menandakan burung ini akan mengeluarkan power suara secara maksimal.
    MURAI BATU (MB) seperti ini  yg menjadi rebutan